Polres Batang Dinilai Profesional Tangani Kasus Dugaan Penipuan CPNS, Proses Hukum Berjalan Sesuai Prosedur

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Penanganan kasus dugaan penipuan CPNS dengan nilai kerugian ratusan juta rupiah di wilayah Kabupaten Batang terus berjalan. Dalam perkara tersebut, penyidik Polres Batang dinilai telah bekerja sesuai prosedur dan mengedepankan langkah profesional dalam menangani laporan dari masyarakat.

Sejak awal proses penyelidikan hingga penyidikan, aparat kepolisian disebut telah memberikan ruang kepada kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor, untuk menempuh penyelesaian secara kekeluargaan sebagai bentuk upaya mediasi dan pendekatan humanis.

Namun karena permasalahan tidak menemukan titik penyelesaian, proses hukum tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Dalam perkara ini, penyidik juga telah melakukan berbagai tahapan pemeriksaan, mulai dari permintaan keterangan saksi-saksi, pengumpulan alat bukti, hingga penetapan tersangka berdasarkan hasil penyidikan.

Baca Juga :  Curanmor hingga Narkoba, Polres Pekalongan Ungkap Kasus Menonjol Juli–Agustus 2025

Tidak hanya itu, permohonan gelar perkara di tingkat Polda Jawa Tengah juga telah dilakukan guna memastikan proses penanganan perkara berjalan objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum acara pidana.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani perkara yang menjadi perhatian masyarakat.

Pihak keluarga pelapor menyampaikan apresiasi terhadap kinerja penyidik Polres Batang yang selama ini tetap membuka komunikasi dengan para pihak dan menjalankan proses hukum secara profesional.

Baca Juga :  POLRES DEMAK DISOROT, DUGAAN KANIT PIDUM MASUK KE RANAH UNIT PPA DAN GANGGU PENDAMPINGAN ADVOKAT TUAI PERTANYAAN

“Kami melihat penyidik sudah bekerja sesuai prosedur dan memberikan kesempatan kepada kedua pihak untuk menyelesaikan secara baik-baik. Namun karena belum ada titik temu, proses hukum tetap berjalan,” ujar pihak keluarga pelapor.

Kasus ini sendiri menjadi perhatian publik karena nilai kerugian yang cukup besar serta kondisi korban yang saat ini diketahui tengah mengalami sakit stroke.

Masyarakat berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan kepastian hukum, rasa keadilan, serta menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi praktik dugaan penipuan berkedok penerimaan CPNS di kemudian hari.

 

 

Red. Radi

Berita Terkait

Praperadilan Dikabulkan, PN Rantau Nyatakan Penangkapan Danny Al Choirul Amam Tidak Sah
Polres Mamuju Tengah Tingkatkan Patroli dan Sambang, Karhutla Masih dalam Penyelidikan
Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin
Dugaan TPPU di Balik Penanganan Perkara Polres Tapin, Kuasa Hukum Siapkan Surat ke KPK
Produsen Belum Dipanggil, Kuasa Hukum Kodirin Pertanyakan: Kalau Tidak SNI, Dasarnya Apa?
Kasi Humas Polres Tapin Dilaporkan ke Propam, Polemik Identitas Wartawan Memanas
Propam Tulungagung Periksa Aiptu YW atas Dugaan Pelanggaran Kode Etik
Respon Aduan di 110, Polisi Bina Empat Pemuda Asik Ngelem di Samping Kantor DKISP Banggai
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:50 WIB

Praperadilan Dikabulkan, PN Rantau Nyatakan Penangkapan Danny Al Choirul Amam Tidak Sah

Kamis, 3 September 2026 - 15:08 WIB

Polres Mamuju Tengah Tingkatkan Patroli dan Sambang, Karhutla Masih dalam Penyelidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Dugaan TPPU di Balik Penanganan Perkara Polres Tapin, Kuasa Hukum Siapkan Surat ke KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Produsen Belum Dipanggil, Kuasa Hukum Kodirin Pertanyakan: Kalau Tidak SNI, Dasarnya Apa?

Berita Terbaru