Alasan Tak Masuk Akal! Unit 3 Satreskrim Polres Pemalang Klaim Tak Tahu Alamat Kuasa Hukum Saat Terbitkan SP3”

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang — Kinerja penyidik Satreskrim Unit 3 Polres Pemalang kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, polemik muncul dari penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang dinilai janggal, baik dari sisi prosedur maupun transparansi.

Pasalnya, penyidik telah memberitahukan SP3 kepada pelapor, namun secara mengejutkan kuasa hukum yang sah justru tidak menerima pemberitahuan resmi tersebut.

Dalam komunikasi melalui pesan WhatsApp tertanggal 9 April 2026, penyidik berdalih tidak mengetahui alamat kuasa hukum. Alasan ini langsung menuai kritik tajam, karena dalam dokumen surat kuasa resmi, alamat kantor kuasa hukum tercantum lengkap, bahkan disertai nomor telepon aktif yang digunakan dalam komunikasi sebelumnya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius:

apakah ini sekadar kelalaian, atau bentuk pengabaian yang disengaja?

⚖️ Cacat Prosedur dan Minim Transparansi

Dalam perspektif hukum acara pidana, tindakan tersebut tidak bisa dianggap sepele. Keberadaan kuasa hukum merupakan bagian yang melekat dalam proses peradilan dan wajib dihormati oleh aparat penegak hukum.

Mengabaikan pemberitahuan kepada kuasa hukum menunjukkan indikasi:

Baca Juga :  Polres Sigi Klarifikasi Postingan Penganiayaan di Pombewe, Perkara Ditangani Sesuai Hukum

Pengabaian hak pihak berperkara

Ketidaksesuaian prosedur administrasi perkara

Minimnya transparansi dalam penanganan kasus

Lebih jauh, penerbitan SP3 juga menimbulkan tanda tanya besar apabila dilakukan saat perkara masih berada pada tahap penyelidikan (lidik), karena secara prinsip:

SP3 hanya dikenal dalam tahap penyidikan (sidik), bukan lidik

Jika benar demikian, maka langkah tersebut berpotensi cacat formil dan dapat diuji melalui praperadilan.

🚨 Berpotensi Langgar Etik Profesi Polri

Tindakan penyidik tersebut juga dinilai berpotensi melanggar ketentuan dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri, antara lain:

Pasal 5 huruf c

👉 Anggota Polri wajib bertindak profesional sesuai prosedur

Pasal 10 huruf b

👉 Wajib memberikan pelayanan secara transparan dan akuntabel

Pasal 14 huruf g

👉 Dilarang mengabaikan kepentingan pihak yang berperkara

Dengan fakta adanya alamat dan kontak kuasa hukum yang jelas, alasan “tidak mengetahui alamat” menjadi sulit diterima secara logika maupun profesionalitas.

🔎 Sorotan ke Pengawasan Internal

Kasus ini tidak lagi sekadar menyangkut individu penyidik, tetapi juga membuka ruang kritik terhadap sistem pengawasan internal di Satreskrim Polres Pemalang.

Baca Juga :  PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN

Publik mempertanyakan:

bagaimana mungkin data resmi dalam berkas perkara diabaikan, sementara alasan yang diberikan tidak sesuai fakta administratif?

⚖️ Propam Didesak Turun Tangan

Desakan kepada fungsi pengawasan internal semakin menguat agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Jika terbukti terdapat pelanggaran, perkara ini berpotensi berlanjut ke Sidang Kode Etik Profesi Polri (KKEP).

Langkah tegas dinilai penting, bukan hanya untuk penegakan disiplin, tetapi juga menjaga integritas institusi kepolisian.

📌 Ujian Profesionalisme dan Kepercayaan Publik

Peristiwa ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum, khususnya di lingkungan Satreskrim Polres Pemalang. Di tengah tuntutan keterbukaan informasi, alasan yang tidak berdasar justru berpotensi memperkuat persepsi negatif masyarakat.

Jika tidak ditindak tegas, kondisi ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk dalam praktik penegakan hukum.

Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas bukan sekadar slogan, melainkan kewajiban yang harus dijalankan tanpa pengecualian.

 

Red by

Berita Terkait

Wakapolda Sumsel Pimpin Monev Personel Polri yang Bertugas di Luar Struktur, Perkuat Pengawasan dan Pembinaan
Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Timur Gencar Sosialisasikan Kepada Pengguna Jalan
Kasat Lantas Polres Buol Sebut Operasi Patuh Tinombala Berjalan, Arahkan Media ke Humas
Polres Buol Gencarkan Imbauan Karhutla dan Operasi Patuh Tinombala 2026
Hari Kedua Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Aceh Timur Tegur 28 Pengendara
Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Timur Edukasi Pelajar
Kapolres Aceh Timur Pimpin Strong Point, Perkuat Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat
Kebakaran Lahan di Lalulalang, Warga dan Polisi Lakukan Penanganan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Timur Gencar Sosialisasikan Kepada Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Kasat Lantas Polres Buol Sebut Operasi Patuh Tinombala Berjalan, Arahkan Media ke Humas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Polres Buol Gencarkan Imbauan Karhutla dan Operasi Patuh Tinombala 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Hari Kedua Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Aceh Timur Tegur 28 Pengendara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Timur Edukasi Pelajar

Berita Terbaru