Vonis 1 Tahun di Kasus Muslimin Disorot: Oknum Penyidik ARS dari Polres Pekalongan Kerap Hadir di Pengadilan, Publik Pertanyakan Urgensinya”

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 23:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekalongan, 20 April — Putusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis 1 tahun penjara terhadap terdakwa Muslimin bin Suheri dalam perkara Nomor PDM-08/KJN/Eoh.2/02/2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Vonis tersebut dinilai telah mempertimbangkan aspek keadilan, termasuk adanya pemotongan masa tahanan yang telah dijalani terdakwa.

Namun demikian, sorotan publik belum mereda. Perhatian kini tertuju pada kehadiran berulang oknum penyidik berinisial ARS dari Polres Pekalongan Kabupaten yang kerap terlihat di lingkungan pengadilan sejak awal hingga putusan dibacakan.

Fenomena ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Secara prosedural, peran penyidik telah selesai saat perkara dilimpahkan ke penuntut umum. Namun, kehadiran yang terus berulang tersebut dinilai tidak lazim dan memicu berbagai spekulasi.

Publik pun mempertanyakan: apa urgensi kehadiran tersebut, dan apakah tidak ada tugas lain yang lebih prioritas?

Baca Juga :  Legislator PKS Rela Berhujan-hujan Terjun ke Desa Silirejo yang Kebanjiran

Menanggapi hal itu, kuasa hukum dari Kantor Hukum Kalimasada melakukan klarifikasi langsung kepada Kanit Unit I. Melalui pesan WhatsApp pada Senin, 20 April 2026, kuasa hukum menanyakan status serta alasan kehadiran oknum penyidik berinisial ARS di lingkungan pengadilan.

Dalam tanggapannya, Kanit Unit I menyampaikan bahwa pihaknya akan menanyakan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Jawaban tersebut dinilai masih bersifat normatif dan belum memberikan kejelasan yang konkret kepada publik.

Di sisi lain, kuasa hukum sebelumnya juga menyoroti dugaan inkonsistensi tuntutan jaksa dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan. Dalam dokumen tuntutan perkara PDM-08/KJN/Eoh.2/02/2026, terdakwa dinilai “tidak kooperatif”. Namun faktanya, jaksa penuntut umum justru pernah meminta bantuan melalui kuasa hukum terdakwa untuk melengkapi barang bukti.

Kontradiksi ini dinilai mencederai asas objektivitas dalam penuntutan. Pernyataan kuasa hukum, “Ini hukum atau bisnis?”, semakin menguatkan kritik terhadap proses yang berjalan.

Baca Juga :  BERUJUNG PUKULAN! Minta Tanda Tangan Surat Tanah di Rumah Kades, Asmuni Warga desa Srijaya Dihajar Kakak Ipar Kades

Selain itu, pola kehadiran jaksa dalam persidangan juga menjadi perhatian. Jaksa penuntut umum disebut tidak selalu hadir dalam agenda penting, termasuk pemeriksaan saksi, yang dalam beberapa kesempatan diwakilkan oleh pejabat lain.

Dengan berbagai kejanggalan yang muncul, publik menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap penanganan perkara ini. Meski putusan pengadilan telah diapresiasi, transparansi dan profesionalitas aparat penegak hukum tetap menjadi tuntutan utama.

Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan serta klarifikasi resmi dari Polres Pekalongan Kabupaten dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang.

Perkara ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus tidak hanya benar secara prosedur, tetapi juga transparan dan akuntabel di mata publik.

Red — Reks

Berita Terkait

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina
Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah
BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional
Praperadilan Dikabulkan, PN Rantau Nyatakan Penangkapan Danny Al Choirul Amam Tidak Sah
Polres Mamuju Tengah Tingkatkan Patroli dan Sambang, Karhutla Masih dalam Penyelidikan
Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin
Dugaan TPPU di Balik Penanganan Perkara Polres Tapin, Kuasa Hukum Siapkan Surat ke KPK
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina

Jumat, 18 September 2026 - 22:57 WIB

Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional

Minggu, 6 September 2026 - 13:50 WIB

Praperadilan Dikabulkan, PN Rantau Nyatakan Penangkapan Danny Al Choirul Amam Tidak Sah

Berita Terbaru