Mesin Patah di Tengah Laut, Dua Penjaga Rumpon Sempat Hilang Kontak—SAR Gabungan Bergerak Cepat, Korban Ditemukan Selamat

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM///Parigi – Ketegangan menyelimuti perairan Parigi hingga Lalanga Dua, Poso, setelah dua nelayan penjaga rumpon dilaporkan hilang kontak di tengah laut. Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh Satpolairud Polres Parigi Moutong bersama unsur SAR gabungan, yang menyiapkan operasi pencarian terkoordinasi demi memastikan keselamatan korban.

Kedua nelayan yang dilaporkan hilang masing-masing Marzuki, warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, serta Wisno Balahamu alias Kenon (47), nelayan asal Gorontalo yang berdomisili di Bantaya. Laporan awal diterima Kasat Polairud Polres Parigi Moutong pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 16.00 Wita dari Rahmat Hidayat, pemilik usaha perikanan sekaligus kapal pukat.

Peristiwa bermula pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 15.25 Wita saat rumpon yang dijaga Marzuki putus dan hanyut di sekitar Laut Parigi, berjarak kurang lebih 37 mil dari daratan. Mendapat informasi tersebut, Wisno segera melakukan penjemputan menggunakan perahu kecil karena jarak rumpon keduanya berdekatan. Namun, saat perjalanan kembali, mesin perahu ketingting yang mereka tumpangi mengalami kerusakan fatal—as mesin patah—hingga keduanya terombang-ambing di laut dan kehilangan kontak sejak malam hari.

Baca Juga :  Polres Pidie Jaya Himbau SPBU Tertib Niaga BBM, Cegah Penyalahgunaan Subsidi

Menyikapi situasi darurat itu, rapat koordinasi digelar di Mako Satpolairud Polres Parigi Moutong pada Rabu malam (21/1/2026), melibatkan Kabag Ops Polres Parigi Moutong, Satpolairud, Basarnas Parigi, Pos TNI AL Lebo, Polairud Polda Sulteng, BPBD Parigi Moutong, serta pemilik usaha perikanan. Operasi SAR gabungan pun disiapkan dan dijadwalkan bergerak Kamis pagi (22/1/2026).

Di tengah persiapan, kabar melegakan datang. Pada Kamis (22/1/2026) pukul 07.25 Wita, pemilik usaha menerima komunikasi dari Wisno yang mengabarkan bahwa keduanya dalam keadaan selamat dan telah mengikat perahu di Rumpon Mandiri 19, perairan Lalanga Dua, Kabupaten Poso. Meski demikian, demi memastikan evakuasi aman, SAR gabungan tetap diberangkatkan.

Baca Juga :  PASTIKAN PENYEBAB KEMATIAN DUA BALITA, POLISI GELAR OUTOPSI

Tim SAR gabungan yang melibatkan Satpolairud, Basarnas, TNI AL, Polairud Polda Sulteng, dan BPBD bergerak menggunakan KM Bintang Aries 07. Pada pukul 14.37 Wita, kedua nelayan berhasil ditemukan di lokasi dalam kondisi selamat. Rombongan tiba kembali di pangkalan Parigi sekitar pukul 21.30 Wita, dan operasi SAR resmi ditutup pada pukul 21.45 Wita.

Kabag Ops Polres Parigi Moutong KOMPOL Sugianto, menegaskan bahwa respons cepat dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan penyelamatan. Ia juga mengimbau seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut.
“Pastikan kondisi mesin dan peralatan komunikasi dalam keadaan layak, gunakan alat keselamatan, serta segera melapor jika terjadi gangguan di laut. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa laut menyimpan risiko tinggi, namun sinergi dan kesiapsiagaan aparat serta kepatuhan terhadap standar keselamatan mampu menyelamatkan nyawa.

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Berita Terbaru