Banda Aceh – SuaraMasyarakat.com // Marak beredar di publik melalui media sosial (Medsos) dan pemberitaan terkait ulah terkesan nodai kesatuan dan ciptakan blok kesenjangan antar daerah oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Bobby Nasution (Bobnas).
Bobnas, diketahui menantu mantan Presiden RI ke 7, diduga permasalahkan plat nomor polisi (Nopol) asal Aceh (BL) masuk ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) harus memakai plat setempat yakni Nopol beeseri awal BK.
Hal itu terjadi diwilayah hukum Sumut, kawasan Kabupaten Langkat berdampak kontraversi serta menimbulkan reaksi dan kecaman dari semua pihak di Aceh, salah satunya Ketua DPW Perkumpulan Rumah Juang Prabowo Rampas Setia 08 Berdaulat, Syarifuddin kecamatan keras perbuatan Gubsu tersebut, Selasa (30/09/25).
Kata Syarifuddin, sebuah video viral memperlihatkan rombongan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menghentikan sebuah truk berpelat Aceh (BL) saat melintas di Kabupaten Langkat, memicu reaksi tajam publik.
“Kita sedang memupuk dan menumbuhkembangkan hubungan antar daerah se-Nusantara dengan saling menghargai dan menghormati tata kelola pemerintahan daerah dengan sinergis, wacana perubahan plat kendaraan Aceh (BL) menjadi plat BK disampaikan Gubsu justru memunculkan polemik baru antar daerah,” ujar Syarifuddin kepada media.
Dikatakannya, hal itu bukan hanya menyalahi prinsip hukum, wacana ini juga berpotensi mengusik identitas daerah dan mencederai semangat menghormati dan terkesan memicu konflik antar daerah hanya karena beda plat kendaraan melintasi antar daerah.
“Kita menilai aksi dari perbuatan dan kebijakan rombongan Gubsu itu terkesan serakah akan merahup anggaran pajak kendaraan dan hal ini berdampak pada kebijakan nasional terkait pajak kendaraan,” ujar Ketua DPW Rampas08 itu.
Syarifuddin menerangkan, sangat banyak kendaraan bermotor bernomor polisi luar Aceh beroperasi bahkan berdomisili di Aceh, tetapi pemerintah Aceh tidak pernah mempersoalkannya, termasuk plat BK berkeliaran di wilayah hukum Provinsi Aceh.
“Pernahkah pemerintah Aceh mempermasalahkan nopol tersebut, terutama plat BK tinggal di Aceh dipaksa mutasi ke plat nopol BL,” tanya Ketua DPW Rampas08 Berdaulat.
Ketua DPW Rampas08 menegaskan kepada Gubernur Sumut, Bobby Nasution agar jangan salah minum obat sebagai pejabat pemangku kebijakan publik, jangan memicu konflik terus menerus dengan Aceh, “Hanya masa Anda jadi Gubernur muncul pemicu konflik Sumut dengan Aceh, Gubernur sebelum anda selalu sinergi bersama Aceh,” tegasnya.
“Kami peringatkan kepada pak Bobby Nasution, orang Aceh itu jangan diajak berkonflik, kalau anda jual, mahal pun kami beli, provinsi lain tidak ada bermasalah dengan Aceh, karena kami Aceh cinta damai dan lebih memilih bersaudara dari pada bermusuhan, satu diajak baik 1000 kami balas kebaikan, begitu juga sebaliknya,” papar Syarifuddin.
Kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini menaungi pemerintahan provinsi agar menegur Gubsu, Bobby Nasution untuk tidak aneh-aneh menjadi Gubernur, semua kepala daerah bertujuan membangun dan memajukan daerahnya, namun arif dan bijaksana lah jadi pemimpin, jangan seperti penguasa bertindak semena-mena.
Melalui salah satu media, Bobby Nasution mengatakan, bahwa desas desus yang berkembang itu tidak seperti dihebohkan dan viral itu, ia hanya menyampaikan bagi kendaraan atau truk yang perusahaan angkutannya di Sumatera Utara wajib gunakan plat BK seperti daerah lain sudah memberlakukan hal seperti itu.*
Reporter : Khaidir TM

