BATANG — SUARAMASYARAKAT.COM//Polemik pertandingan Kempo dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026 terus menjadi perhatian publik. Dugaan penyerahan medali setelah persoalan ramai diperbincangkan di media sosial memunculkan pertanyaan mengenai proses pengambilan keputusan dan tanggung jawab kepemimpinan KONI Kabupaten Batang.
Jika benar penyerahan medali baru dilakukan setelah polemik viral, keputusan dan langkah Ketua Umum KONI Kabupaten Batang berpotensi menjadi sorotan serta memengaruhi citra dan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.
Publik tentu berhak mempertanyakan apakah kepentingan atlet telah diperjuangkan secara maksimal sejak awal, atau justru baru memperoleh perhatian setelah persoalan menjadi konsumsi publik.
Ketua umum merupakan figur yang membawa amanah organisasi. Karena itu, setiap keputusan yang menyangkut kehormatan atlet dan nama daerah semestinya dapat dijelaskan secara terbuka, profesional, dan berdasarkan aturan yang berlaku.
Namun, kronologi penyerahan medali serta alasan di balik keputusan tersebut masih perlu dikonfirmasi. Dugaan ini tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti adanya kesalahan atau pelanggaran oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Batang.
Jabatan boleh tinggi, tetapi kepercayaan publik harus dijaga. Nama baik organisasi tidak cukup dipertahankan dengan penjelasan normatif, melainkan melalui keterbukaan, tanggung jawab, dan keberpihakan pada sportivitas.
Kini, publik menunggu klarifikasi yang objektif: apa sebenarnya yang terjadi, kapan medali diserahkan, dan bagaimana keberatan atlet ditindaklanjuti?
SUARAMASYARAKAT.COM — Menyuarakan Fakta, Mengawal Keadilan.
Red – saef – isk






