Korban Dugaan Penipuan CPNS Diduga Libatkan Oknum Pegawai IMIPAS Kini Terserang Stroke, Keluarga Minta Keadilan

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Kasus dugaan penipuan CPNS dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah yang diduga melibatkan oknum pegawai di lingkungan IMIPAS kembali menjadi perhatian publik. Di tengah proses hukum yang berjalan, korban diketahui kini mengalami penyakit stroke setelah diduga mengalami tekanan berat akibat persoalan tersebut.

Perkara ini sendiri telah memasuki tahap penetapan tersangka. Namun hingga kini, tersangka berinisial J disebut masih bebas beraktivitas di luar dan belum dilakukan penahanan.

Korban sebelumnya dijanjikan dapat masuk menjadi pegawai melalui jalur tidak resmi. Demi mewujudkan harapan tersebut, korban sampai menjual rumah dan menyerahkan uang hingga sekitar Rp360 juta.

Baca Juga :  Dojang Kalisalak Raih Prestasi di POPDA 2025, Bukti Konsistensi dan Semangat Pejuang Muda Taekwondo

Pihak keluarga menyebut kondisi korban kini sangat memprihatinkan. Selain mengalami kerugian besar, korban juga harus berjuang melawan penyakit stroke yang dideritanya.

“Kondisi korban sekarang terkena stroke. Keluarga berharap ada rasa keadilan dan keseriusan dalam penanganan perkara ini,” ujar pihak keluarga.

Keluarga korban juga menyoroti belum adanya langkah penahanan terhadap tersangka, padahal status hukum telah ditetapkan. Mereka berharap aparat penegak hukum bertindak profesional dan tegas agar proses hukum berjalan transparan serta tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Penipuan CPNS Ratusan Juta, Terduga Berinisial J Masih Bebas, Korban Minta Penahanan

Kasus ini bermula saat korban dijanjikan dapat lolos CPNS melalui jalur tertentu setelah sebelumnya gagal dalam seleksi resmi. Terduga diduga meyakinkan korban dengan mengaku memiliki akses di lingkungan IMIPAS dan bahkan memberikan atribut menyerupai perlengkapan instansi.

Namun hingga kini janji tersebut tidak pernah terealisasi, sementara korban harus menanggung kerugian materiil maupun kondisi kesehatan yang terus menurun.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat memberikan kepastian hukum yang adil dan transparan, terutama mengingat kondisi korban yang kini tengah sakit stroke.

 

Red. Rafi

Berita Terkait

UNGKAP KASUS NARKOBA JENIS SABU 37 GRAM, SATRESNARKOBA POLRES BANYUASIN AMANKAN SEORANG IRT
Sat Reskrim Polres Bangkep Segera Limpahkan Berkas Kasus Asusila Kakek terhadap Balita
Polres Banggai Limpahkan Tersangka Kasus Peredaran Sabu di Penginapan Luwuk ke Kejaksaan
Kasus Dugaan Penipuan CPNS Ratusan Juta, Terduga Berinisial J Masih Bebas, Korban Minta Penahanan
Oknum Anggota Polsek Bodeh Dilaporkan ke Polda Jateng, Diduga Lakukan Penipuan dan Abaikan Propam
PERKARA SEJAK 2021, TERSANGKA SUDAH DITETAPKAN — KUASA HUKUM: JANGAN ADA PENUNDAAN, HUKUM HARUS DITEGAKKAN
Bantuan Sapi Desa Kambangan Terverifikasi Masih Ada, Akan Dilaporkan Resmi ke Dinas
Dugaan “Jual-Beli Perkara” Mengemuka di Pemalang, Ibu Korban Bongkar Permintaan Uang hingga Rp100 Juta
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:08 WIB

Korban Dugaan Penipuan CPNS Diduga Libatkan Oknum Pegawai IMIPAS Kini Terserang Stroke, Keluarga Minta Keadilan

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:43 WIB

UNGKAP KASUS NARKOBA JENIS SABU 37 GRAM, SATRESNARKOBA POLRES BANYUASIN AMANKAN SEORANG IRT

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:54 WIB

Sat Reskrim Polres Bangkep Segera Limpahkan Berkas Kasus Asusila Kakek terhadap Balita

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:51 WIB

Polres Banggai Limpahkan Tersangka Kasus Peredaran Sabu di Penginapan Luwuk ke Kejaksaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:15 WIB

Kasus Dugaan Penipuan CPNS Ratusan Juta, Terduga Berinisial J Masih Bebas, Korban Minta Penahanan

Berita Terbaru