PERKARA SEJAK 2021, TERSANGKA SUDAH DITETAPKAN — KUASA HUKUM: JANGAN ADA PENUNDAAN, HUKUM HARUS DITEGAKKAN

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batang — Penanganan perkara dugaan penipuan berkedok rekrutmen CPNS yang telah berlangsung sejak tahun 2021 kini memasuki fase penting. Status tersangka telah ditetapkan, dan hal ini menjadi dasar kuat bahwa proses hukum harus segera dituntaskan secara tegas dan transparan.

Kasus ini dilaporkan oleh H.M pada 24 Agustus 2024 terkait dugaan penipuan terhadap N (korban) dengan nilai kerugian mencapai Rp360 juta, yang disebut berasal dari hasil penjualan rumah. Modus yang digunakan adalah janji kelulusan CPNS melalui jalur tidak resmi, bahkan disertai pemberian atribut menyerupai perlengkapan instansi guna meyakinkan korban.

Namun hingga saat ini, janji tersebut tidak pernah terealisasi. Yang tersisa hanyalah kerugian besar dan ketidakpastian hukum yang berkepanjangan.

Kuasa hukum korban dari Suara Masyarakat Bersama Law Firm menegaskan bahwa perkara ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terlebih dengan fakta bahwa tersangka telah ditetapkan.

Baca Juga :  DPRD Klaten Terbukti Lakukan Maladministrasi, Ombudsman Jateng Desak Perbaikan Segera, Triyono Diminta Dinonaktifkan, SOP Penanganan Pengaduan Harus Dibentuk

“Dengan telah ditetapkannya tersangka dan mengingat perkara ini sudah berjalan sejak tahun 2021, maka tidak ada alasan untuk menunda proses hukum. Upaya penyelesaian secara kekeluargaan atau negosiasi telah dilakukan beberapa kali, namun tidak mencapai titik temu. Oleh karena itu, proses hukum harus dilanjutkan hingga tuntas.”

Pihak kuasa hukum juga menegaskan bahwa langkah hukum ini bukan semata untuk kepentingan korban, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran agar praktik serupa tidak kembali terjadi di masyarakat.

Secara hukum, proses penanganan perkara pidana telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang menegaskan pentingnya kepastian dan kecepatan proses hukum, antara lain:

Baca Juga :  Diduga Lakukan Korupsi Dana Desa, Sejumlah Kepala Desa Di Cirebon Dilaporkan ke-Kejaksaan Dan Polresta Cirebon

Penyidikan bertujuan membuat terang tindak pidana dan menemukan tersangka

Setiap perkara berhak segera diproses tanpa penundaan

Laporan masyarakat wajib ditindaklanjuti secara profesional

Dengan dasar tersebut, publik berharap proses hukum berjalan sesuai prinsip cepat, transparan, dan berkeadilan.

“Ini bukan lagi soal janji, ini soal keadilan. Ketika negosiasi gagal dan tersangka sudah ada, maka hukum harus menjadi jalan terakhir yang ditegakkan tanpa kompromi.”

Masyarakat kini menunggu komitmen nyata aparat penegak hukum untuk memastikan perkara ini tidak berhenti di tengah jalan. Kepastian hukum bagi korban menjadi hal yang mutlak, agar kepercayaan publik terhadap sistem hukum tetap terjaga.

Red – by

Berita Terkait

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina
Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah
BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional
Praperadilan Dikabulkan, PN Rantau Nyatakan Penangkapan Danny Al Choirul Amam Tidak Sah
Polres Mamuju Tengah Tingkatkan Patroli dan Sambang, Karhutla Masih dalam Penyelidikan
Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin
Dugaan TPPU di Balik Penanganan Perkara Polres Tapin, Kuasa Hukum Siapkan Surat ke KPK
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina

Jumat, 18 September 2026 - 22:57 WIB

Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional

Minggu, 6 September 2026 - 13:50 WIB

Praperadilan Dikabulkan, PN Rantau Nyatakan Penangkapan Danny Al Choirul Amam Tidak Sah

Berita Terbaru