SUARAMASYARAKAT.COM/Pekalongan 11 desember 2025 Keresahan mendalam menyelimuti warga Pekalongan setelah program tabungan hari raya (Si Fitri) yang diikuti ratusan orang diduga bermasalah. Seorang warga, Popy (30) warga Jalan KHA Dahlan Tirto, mengungkapkan bahwa dana tabungan tahun 2025 yang seharusnya dikumpulkan untuk kebutuhan Hari Raya justru tak kembali.
Tabungan yang dihimpun dari warga disebut mencapai sekitar 590 juta rupiah. Masing-masing penyetor menabung satu juta rupiah, dan totalnya melibatkan sekitar 590 orang. Namun dana itu diduga dialihkan ke berbagai kegiatan keuangan lain tanpa kejelasan dan tanpa persetujuan para penabung.
Para korban juga menyebut adanya dugaan keterlibatan berbagai skema lain seperti gestun, arisan, sewa limit hingga gadai kendaraan, yang semuanya bermuara pada aliran dana tak transparan. Jika ditotal dari berbagai jalur itu, sejumlah warga menduga nilai kerugian bisa mencapai miliaran rupiah.
Lokasi terlapor disebut berada di kawasan Jalan Seroja Klego (Gang Soto Kunawi). Setelah kasus mencuat, banyak korban lain bermunculan dan mulai menyuarakan pengalaman serupa, membuat polemik ini semakin meluas.
Berbagai upaya sudah dilakukan seperti Mediasi yang disaksikan perangkat lingkungan dan Babinsa setempat. Laporan ke Polres Pekalongan sebanyak dua kali, namun proses disebut para warga masih belum menunjukkan perkembangan berarti.
Warga berharap dapat memperoleh kembali dana yang mereka percayakan, namun situasi semakin rumit setelah muncul informasi bahwa rumah terlapor yang dijanjikan sebagai jaminan pembayaran telah masuk tahap penyitaan oleh pihak bank.
Beberapa saksi juga menduga bahwa terlapor sempat melarikan diri dan dibantu oleh keluarga yang tinggal di kawasan tersebut. Hal ini semakin membuat warga mempertanyakan ke mana aliran tabungan ratusan orang itu sebenarnya menghilang.
Kini, para korban hanya berharap penanganan hukum dapat bergerak lebih tegas, sehingga dana tabungan hari raya yang seharusnya kembali kepada warga dapat menemukan kejelasan.

