Restorative Justice Diabaikan, Unit 3 Polres Rembang Diduga Paksa Perkara Perdata Jadi Pidana”

- Redaksi

Senin, 18 Agustus 2025 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rembang, suaramasyarakat.com// Aroma ketidakadilan kembali menyeruak dari tubuh Satreskrim Polres Rembang, khususnya Unit 3. Dalam perkara yang menjerat terlapor berinisial B, penyidik Unit 3 diduga melakukan serangkaian pelanggaran prosedur dengan memaksa sengketa bernuansa perdata menjadi perkara pidana.

Perkara tersebut berawal dari laporan saudara P terkait dugaan tindak pidana sebagaimana Pasal 372 dan/atau 378 KUHP. Padahal fakta yang ada menunjukkan bahwa dari total penanaman modal Rp120 juta, terlapor B telah mengembalikan Rp31 juta dan bahkan memberikan keuntungan sebesar Rp7,5 juta. Fakta ini menunjukkan adanya iktikad baik dari terlapor, sehingga lebih tepat diselesaikan melalui perdata atau jalur restorative justice.

Ironisnya, surat resmi terkait restorative justice justru diabaikan begitu saja oleh penyidik Unit 3. Sikap ini menimbulkan kesan kuat adanya pemaksaan perkara agar tetap berjalan di ranah pidana, meski secara hukum dan fakta, perkara tersebut lebih tepat diselesaikan secara keperdataan.

Baca Juga :  MS Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan, Praperadilan Disiapkan, Publik Menanti Langkah Polres Pekalongan Kabupaten

⚖️ Dasar Hukum yang Dilanggar / Diabaikan:

1. Peraturan Kepolisian RI No. 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif → Penyidik seharusnya mengutamakan restorative justice dalam kasus bernuansa perdata.

2. Pasal 19 ayat (1) Perkap No. 14 Tahun 2012 → Penyidik wajib menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kepastian hukum, bukan memaksakan perkara.

3. Putusan MA No. 1554 K/Pid/1991 → menegaskan perkara perdata tidak dapat dipidana.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin

4. Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 → Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan atau “pesanan.”

 

Jika benar ada pengabaian terhadap restorative justice, berarti Unit 3 Satreskrim Polres Rembang berpotensi melanggar asas due process of law dan prinsip fair trial sebagaimana dijamin dalam KUHAP. Lebih jauh, hal ini bisa masuk dalam dugaan abuse of power (penyalahgunaan wewenang) sebagaimana diatur dalam UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Masyarakat pun wajar bertanya: mengapa restorative justice yang diatur jelas dalam regulasi bisa diabaikan begitu saja? Apakah Unit 3 Satreskrim Polres Rembang benar-benar menegakkan hukum, atau justru sedang menegakkan kepentingan tertentu?

 

Red / bay

Penulis : Tim red bay

Editor : Sayfudin

Sumber Berita: suara masyarakat.com

Berita Terkait

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin
Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik
Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat
Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja
Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya
Datang Bawa Bukti dan Tiga Saksi, Kuasa Hukum Kecewa Laporan Belum Dilayani di Polresta Surakarta
Kuasa Hukum Kecewa, Pertanyakan Efektivitas Pengaduan Propam atas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim Polres Demak
Polda Jateng Gerak Cepat Terbitkan SP Gas Lidik, Usut Dugaan Penghinaan Profesi Advokat dan Premanisme di Kecamatan Bandar
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin

Senin, 27 Juli 2026 - 00:21 WIB

Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:24 WIB

Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:04 WIB

Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:29 WIB

Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya

Berita Terbaru