Diduga Aniaya Adik Ipar, Sri Mulyati Dilaporkan ke Polresta Pekalongan.

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekalongan – Dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan dalam lingkup keluarga terjadi di Kabupaten Pekalongan. Seorang pria berinisial DN (32) mengaku menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh kakak iparnya, Sri Mulyati, warga Karangdowo RT 11 RW 04, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Peristiwa tersebut berawal saat korban hendak mengambil mobil Toyota Fortuner yang disebut sebagai harta bersama dalam rumah tangganya yang saat ini sedang dalam proses gugatan perceraian di Pengadilan Agama Kajen.

DN menjelaskan, dirinya mendapat informasi dari seorang temannya bahwa mobil tersebut terparkir di sebuah salon mobil di wilayah Warungasem, Kabupaten Batang, pada 13 November 2025. Setelah mendapatkan kabar itu, ia langsung mendatangi lokasi untuk memastikan keberadaan mobil tersebut.

“Saya datang ke salon mobil dan benar mobil Fortuner saya ada di sana.
Saya kemudian mencoba menanyakan kepada pemilik salon dengan menunjukkan bukti berupa buku nikah serta dokumen perkara gugatan cerai dan harta gono-gini,” ujar DN kepada awak media.

Baca Juga :  Babak Baru Skandal Kades Kambangan: Warga Tempuh Jalur Resmi, Surat ke Bupati Batang Disiapkan”

Namun, menurut DN, pihak salon tidak mengizinkan mobil tersebut diambil karena yang membawa kendaraan ke lokasi bukan dirinya.

Selanjutnya DN menghubungi istrinya, Yeni Oktafia, untuk membicarakan persoalan tersebut.

Tak lama kemudian Yeni datang ke lokasi bersama beberapa rekannya, termasuk kakaknya, Sri Mulyati.
DN mengaku telah mencoba melakukan musyawarah secara kekeluargaan terkait status mobil yang disebutnya sebagai harta bersama.

Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan justru memicu perdebatan.

Dalam perdebatan tersebut, DN mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Sri Mulyati yang disebutnya melontarkan kata-kata kasar hingga merendahkan dirinya.

Situasi di lokasi sempat memanas hingga pemilik salon meminta bantuan anggota Koramil Warungasem dan Polsek setempat untuk melakukan mediasi agar suasana kembali kondusif.

Meski demikian, mediasi tersebut belum menemukan titik temu.
DN kemudian memutuskan untuk tetap berada di sekitar lokasi guna mengawasi mobil tersebut agar tidak dibawa pergi.

Baca Juga :  Penarikan Kendaraan Disorot Publik, Polsek Kedungwuni Lakukan Pendalaman

Keesokan harinya, Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, Yeni kembali datang bersama beberapa orang. DN menduga mereka berniat mengambil mobil tersebut.

DN mengaku sempat diajak ke sebuah kantor untuk kembali melakukan pembicaraan. Namun saat dirinya berada di luar dan hendak masuk ke dalam mobil Fortuner tersebut, ia mengaku dihalangi oleh Sri Mulyati.

“Saya sudah menegur agar tidak menghalangi saya masuk ke mobil, tapi malah terjadi keributan. Saya ditendang hingga mengenai alat vital dan rambut saya dijambak,” ungkap DN.

Ia juga menyebutkan tangannya sempat terjepit pintu mobil hingga mengalami luka saat mencoba membuka pintu kendaraan tersebut.

Atas kejadian itu, DN mengaku telah melaporkan Sri Mulyati ke Polresta Pekalongan untuk mendapatkan kepastian hukum atas peristiwa yang dialaminya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan peristiwa tersebut.
(Santokajen)

Berita Terkait

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin
Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik
Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat
Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja
Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya
Datang Bawa Bukti dan Tiga Saksi, Kuasa Hukum Kecewa Laporan Belum Dilayani di Polresta Surakarta
Kuasa Hukum Kecewa, Pertanyakan Efektivitas Pengaduan Propam atas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim Polres Demak
Polda Jateng Gerak Cepat Terbitkan SP Gas Lidik, Usut Dugaan Penghinaan Profesi Advokat dan Premanisme di Kecamatan Bandar
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin

Senin, 27 Juli 2026 - 00:21 WIB

Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:24 WIB

Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:04 WIB

Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:29 WIB

Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya

Berita Terbaru