Kolektor PT. Bintang Karo Diduga Rampas Hak Warga, Polres Batang Tegas Tindaklanjuti Aduan

- Redaksi

Rabu, 10 September 2025 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

BATANG – SUARA MASYARAKAT – Kasus dugaan tindak pidana penguasaan bangunan tanpa hak kembali mencuat di Kabupaten Batang. Seorang warga bernama Eny Yulianti melaporkan peristiwa yang dialaminya pada 17 Agustus 2025, dimana sekelompok orang yang mengaku karyawan dari PT. Bintang Karo diduga secara sepihak menguasai ruko miliknya di Jalan Wahid Hasyim, Tamangsono, Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang.
Tak hanya menguasai bangunan, para kolektor tersebut juga diduga melakukan perampasan terhadap telepon genggam milik pelapor, sebuah tindakan yang jelas melampaui kewenangan dan berpotensi masuk ranah pidana.
Berdasarkan laporan informasi LI/323/VIII/RES.1.24./2025/RESKRIM tanggal 20 Agustus 2025 serta surat penyelidikan SP.Lidik/390/VIII/RES.1.24./2025/RESKRIM tanggal 21 Agustus 2025, kasus ini resmi ditangani oleh Satreskrim Polres Batang.
Dugaan Pelanggaran Hukum
Perbuatan menguasai bangunan tanpa hak ini berpotensi melanggar Pasal 385 KUHP, yang mengatur mengenai tindak pidana menyerobot tanah atau bangunan milik orang lain. Selain itu, dugaan perampasan telepon genggam pelapor juga dapat dikategorikan sebagai tindak pidana perampasan (Pasal 368 KUHP) atau bahkan perampasan barang secara melawan hukum (Pasal 362 KUHP tentang pencurian).
Tindakan sepihak dari oknum kolektor PT. Bintang Karo maupun koperasi terkait jelas tidak dibenarkan dalam hukum. Penguasaan paksa maupun perampasan barang pribadi tanpa putusan pengadilan adalah bentuk main hakim sendiri yang bertentangan dengan prinsip negara hukum.
Apresiasi untuk Polres Batang
Meski sempat menuai keresahan, masyarakat kini menaruh harapan besar kepada Polres Batang yang telah cepat merespons aduan ini. Dengan ditindaklanjutinya laporan Eny Yulianti, publik menilai bahwa Polres Batang tetap konsisten melindungi hak-hak masyarakat dari praktik-praktik sewenang-wenang oleh pihak tertentu.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kolektor atau pihak ketiga tidak memiliki kewenangan merampas atau menguasai bangunan serta barang pribadi seseorang tanpa proses hukum yang sah.
Masyarakat Batang berharap kasus ini segera diproses tuntas, agar menjadi efek jera bagi pihak-pihak yang mencoba melanggar hukum atas nama perusahaan atau koperasi.

Baca Juga :  Diduga Dikeroyok Ramai-ramai, Keluarga Korban Kecewa Respons Polsek Wonopringgo

 

 

Baca Juga :  Penanganan Terhadap ODGJ Yang Berpotensi Menimbulkan Keresahan.Sudah Di Amankan Oleh Polres Brebes.

Red – bay

Berita Terkait

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin
Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik
Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat
Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja
Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya
Datang Bawa Bukti dan Tiga Saksi, Kuasa Hukum Kecewa Laporan Belum Dilayani di Polresta Surakarta
Kuasa Hukum Kecewa, Pertanyakan Efektivitas Pengaduan Propam atas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim Polres Demak
Polda Jateng Gerak Cepat Terbitkan SP Gas Lidik, Usut Dugaan Penghinaan Profesi Advokat dan Premanisme di Kecamatan Bandar
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin

Senin, 27 Juli 2026 - 00:21 WIB

Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:24 WIB

Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:04 WIB

Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:29 WIB

Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya

Berita Terbaru