Batang – Kerusakan jalan di Dukuh Sidokerso, Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, semakin dikeluhkan warga. Kondisi jalan yang dipenuhi batu dan lubang membuat akses transportasi masyarakat terganggu, terutama saat musim hujan ketika jalan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.
Jalan tersebut merupakan jalur penghubung menuju Dukuh Proto dan menjadi akses utama bagi aktivitas warga sehari-hari. Mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, petani yang mengangkut hasil panen, hingga masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi sangat bergantung pada kondisi jalan tersebut.
Salah satu warga setempat, Wahidin, mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Menurutnya, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah ketika turun hujan.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Kalau hujan jalan jadi licin dan berbahaya, banyak pengendara yang kesulitan melintas. Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan ini,” ujar Wahidin.
Warga menilai kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian dan perekonomian warga. Para petani kesulitan membawa hasil panen karena akses jalan yang rusak membuat kendaraan sulit melintas.
Selain itu, warga juga khawatir kondisi jalan dapat memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar pembangunan dan perbaikan jalan segera direalisasikan.
Masyarakat Dukuh Sidokerso berharap dengan adanya perbaikan jalan, akses pendidikan, pertanian, dan kegiatan ekonomi warga Desa Tambahrejo dapat kembali berjalan lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan.
Red – Mboyak




