SUARAMASYARAKAT.COM///PALEMBANG,— Seorang pengusaha pembakaran arang bernama Nana, yang menjalankan usahanya di perbatasan Talang Betutu dan Pangkalan Benteng, mengaku resah atas dugaan intimidasi dan permintaan uang oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan silaturahmi.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Senin (28/9/2026) siang. Tiga orang berinisial A, B dan D disebut mendatangi lokasi usaha Nana dengan alasan bersilaturahmi. Namun, menurut keterangan Nana, kedatangan mereka diduga disertai permintaan sejumlah uang dengan istilah “caro bedulur, bagi lah uang rokok” yang kemudian diminta melalui transfer ke rekening lewat pesan WhatsApp.
[30/9 07:50] Hitam Putih: Nana mengungkapkan bahwa dirinya merasa telah lama mengalami tekanan berupa dugaan ancaman dan pemerasan. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut.
Di sisi lain, sebelumnya muncul pemberitaan dari pihak yang disebut terkait dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media daring Nusantara Expos mengenai dugaan persoalan legalitas usaha, polusi udara serta limbah air berwarna hitam.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Nana membantah tuduhan yang dialamatkan kepada usahanya. Ia menyatakan bahwa tempat pembakaran arang yang dikelolanya telah memiliki perizinan yang lengkap serta dilengkapi cerobong asap untuk mengurangi dampak asap dari aktivitas produksi.
[30/9 07:50] Hitam Putih: Terkait dugaan pencemaran air, Nana juga menyampaikan bahwa perubahan warna air menjadi hitam bukan berasal dari aktivitas pembakaran arang di lokasi usahanya. Ia menjelaskan bahwa arang memiliki sifat yang dapat digunakan untuk membantu menjernihkan air.
Merasa persoalan tersebut terus berulang, Nana berencana berkonsultasi dengan penasihat hukum guna mempelajari langkah yang dapat ditempuh. Apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum berdasarkan bukti yang ada, ia menyatakan siap membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.






