Anak Anggota DPR Aceh Terjerat Hukum Akibat Narkoba, Hukum Harusnya Adil Tanpa Memilah

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bener Meriah, Aceh – SuaraMasyarakat.com // Publik menyoroti tuntutan ringan diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap anak salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh berinisial FS bin S, terjerat kasus penyalahgunaan narkotika.

Dalam perkara tersebut, JPU hanya menuntut pidana penjara selama satu tahun terhadap terdakwa.

Berdasarkan informasi dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), kasus ini terdaftar dengan nomor 55/Pid.Sus/2025/PN Str.

Perkara tersebut dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Bener Meriah melalui surat bernomor B-1398/L.1.30/Enz.2/09/2025 tertanggal 9 September 2025, dan diklasifikasikan
sebagai tindak pidana narkotika.

Dalam dakwaannya, JPU menyatakan terdakwa Fernando Safa bin Salwani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “menyalahgunakan Narkotika Golongan I bagi diri sendiri” sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sesuai dengan dakwaan alternatif kedua.

Baca Juga :  Pelaku Penggelapan Sepeda Motor di Gandus Berhasil Diamankan Polisi

Atas perbuatannya, JPU menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 1 (satu) tahun, dikurangi masa tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

Dalam berkas perkara, jaksa juga melampirkan sejumlah barang bukti, di antaranya:
Satu plastik putih transparan klip merah berisi sabu seberat 0,11 gram (netto), 2 (dua) paket sabu lainnya masing-masing seberat 0,84 gram dan 0,15 gram (netto), 1 (satu) lembar kertas peper, 1 (satu) sendok kecil dari pipet, serta 1 (satu) kotak rokok merek Sampoerna.

Tuntutan satu tahun penjara tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pihak menilai hukuman diminta jaksa terlalu ringan, mengingat kasus narkotika termasuk dalam kategori tindak pidana serius seharusnya mendapat perhatian khusus.

Baca Juga :  Tahanan Perempuan Mengaku Disiksa Oknum Petugas Rutan Kebumen, Diduga Langgar UU Pemasyarakatan dan HAM

“Kalau masyarakat biasa tertangkap sabu, biasanya bisa dituntut lebih berat. Tetapi karena ini anak pejabat, seolah hukummenjadi tumpul ke atas,” ujar salah seorang warga Redelong enggan disebut namanya, Selasa (21/10/2025).

Publik kini menanti langkah majelis hakim Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong dalam sidang pembacaan putusan yang dijadwalkan pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Masyarakat berharap, putusan hakim nantinya dapat memberikan rasa keadilan yang setara bagi semua warga negara, tanpa memandang latar belakang keluarga terdakwa.*

Reporter : SiGe

Berita Terkait

Samsul Bahri Didampingi Ketua APPI Acut Resmi Laporkan Dugaan Perampasan Kunci Sepmor ke Polsek Tanah Luas
Perangkat Desa Karangnganom Minta Pendampingan Hukum, Adukan Dugaan Penipuan dan/atau Penggelapan Rp70 Juta
Penembakan Saat Demo di Konawe Disorot, Media Pertanyakan Penyelesaian Hukumnya
Maraknya Peredaran Rokok Merk RAVE Diduga Tanpa Pita Cukai, BC dan APH Didesak Tangkap Terduga Pengedar AYG
Selamatkan Belasan Juta Jiwa, Sinergi BNN, DJBC, dan Polda Kepri Berhasil Gagalkan Penyeludupan 2,6 Ton Methamphetamine Cair
Pabrik Produksi Belum Dipanggil, Kuasa Hukum Pertanyakan Klaim Produk Tidak SNI di Polres Tapin
Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim
Kapolres Tapin Dilaporkan ke Propam Mabes Polri, Kuasa Hukum Kodirin Soroti Pernyataan soal Produk Regulator SNI
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Samsul Bahri Didampingi Ketua APPI Acut Resmi Laporkan Dugaan Perampasan Kunci Sepmor ke Polsek Tanah Luas

Rabu, 30 September 2026 - 14:04 WIB

Perangkat Desa Karangnganom Minta Pendampingan Hukum, Adukan Dugaan Penipuan dan/atau Penggelapan Rp70 Juta

Minggu, 27 September 2026 - 14:09 WIB

Penembakan Saat Demo di Konawe Disorot, Media Pertanyakan Penyelesaian Hukumnya

Jumat, 25 September 2026 - 03:01 WIB

Maraknya Peredaran Rokok Merk RAVE Diduga Tanpa Pita Cukai, BC dan APH Didesak Tangkap Terduga Pengedar AYG

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Selamatkan Belasan Juta Jiwa, Sinergi BNN, DJBC, dan Polda Kepri Berhasil Gagalkan Penyeludupan 2,6 Ton Methamphetamine Cair

Berita Terbaru