Awas! Longsor Ancam Jalur Trajumas-Bodas, Polisi Cek Retakan Tanah Sepanjang 150 Meter

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM//Polres Pekalongan – Polda Jateng – Curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, semalam menimbulkan bencana pergerakan tanah. Bhabinkamtibmas Polsek Kandangserang, Bripka Sugito, bergerak cepat mendatangi lokasi longsor di Desa Trajumas, Minggu (16/11/2025).

 

Peristiwa pergerakan tanah ini terjadi di area Perhutani Petak 82 F, Desa Trajumas. Akibat guyuran hujan, tanah di lokasi tersebut mengalami pergerakan dan retakan yang signifikan, mencapai panjang kurang lebih 150 meter.

 

Jalan yang terdampak merupakan jalur vital yang menghubungkan Desa Trajumas dan Desa Bodas. Kondisi retakan tanah yang membahayakan membuat jalur tersebut untuk sementara waktu tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Baca Juga :  Tahapan Pildatok di Desa Selamat, Tenggulun Diduga Kisruh, Ini Kronologinya

 

Polisi Minta Warga dan Pengguna Jalan Waspada

 

Bripka Sugito segera memberikan himbauan dan memasang tanda peringatan di lokasi guna mencegah kecelakaan. Warga setempat dan pengguna jalan diminta untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut, terutama bagi kendaraan besar.

 

Kapolsek Kandangserang, Iptu Slamet Riyadi, menegaskan pentingnya kewaspadaan di wilayah rawan pergerakan tanah.

Baca Juga :  Aparat Diduga Lindungi Residivis Narkoba yang Menyamar Sebagai Kopassus

 

“Kami langsung meminta Bhabinkamtibmas untuk melakukan pengecekan segera setelah mendapat laporan. Retakan tanah sepanjang 150 meter ini sangat berbahaya dan membuat jalur Trajumas-Bodas sementara hanya bisa dilalui dengan sangat hati-hati oleh kendaraan kecil,” ujarnya.

 

Iptu Slamet mengimbau para pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan jika tidak mendesak, seraya menunggu penanganan dari instansi terkait.

 

“Mohon untuk para pengguna jalan agar berhati-hati dan waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun,” tutupnya.(lutfi)

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Kamis, 3 September 2026 - 15:24 WIB

Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat

Berita Terbaru