SUARAMASYARAKAT.COM//Batang–Di tengah berbagai isu dan pemberitaan yang sempat memanas di media sosial, masyarakat Desa Kambangan, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi situasi. Warga menegaskan bahwa mereka tidak ingin terprovokasi oleh narasi yang bisa memecah belah persatuan dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat desa mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan fokus menjaga keharmonisan sosial, tanpa terpengaruh oleh berita miring yang belum tentu benar.
Aspirasi Masyarakat, Bukan Konflik Politik,
Salah satu warga, Aripin, dari RT 06 RW 04 Desa Kambangan, menegaskan bahwa peristiwa yang sempat mencuat di publik merupakan bentuk aspirasi murni masyarakat, bukan persoalan politik.
“Ini adalah suara warga yang peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan etika kepemimpinan. Jangan dikaitkan dengan urusan politik karena hal itu justru bisa memecah kerukunan antarwarga,”
ujar Aripin saat ditemui tim media, Rabu (29/10/2025).
Menurutnya, masyarakat Desa Kambangan sepakat bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun tetap harus disampaikan dengan cara yang santun, saling menghargai, dan mengedepankan musyawarah.
Beberapa Perangkat Desa Imbau Warga Tidak Terprovokas,
Sementara itu, ,Ulin nuhaas Ketua RT 04 RW 02 Desa Kambangan, juga menyampaikan klarifikasi bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang dapat memprovokasi situasi.
“Saya tidak pernah membuat atau menyebarkan pernyataan yang bisa memperkeruh suasana. Kita semua berharap masyarakat tetap tenang dan menjaga silaturahmi antarwarga,”
tegasnya.
Uki juga mengajak seluruh pihak untuk menyaring informasi sebelum membagikannya ke media sosial, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa merugikan banyak pihak.
Masyarakat Kambangan Pilih Kedamaian,
Meski sempat terjadi gesekan kecil di lapangan, sebagian besar warga justru memperlihatkan sikap yang menyejukkan. Mereka mengedepankan persaudaraan, gotong royong, dan musyawarah sebagai cara untuk menyelesaikan masalah bersama.
Warga berharap agar semua pihak, termasuk pengguna media sosial, tidak mudah terpancing oleh isu atau berita provokatif yang berpotensi mengganggu keharmonisan desa.
“Kami ingin Kambangan tetap adem, damai, dan guyub. Jangan ada yang mengadu domba,”
ujar salah satu tokoh muda setempat.
Menjaga Kamtibmas, Tanda Kedewasaan Sosia,
Sikap warga Desa Kambangan yang memilih tetap rukun di tengah dinamika sosial menjadi contoh positif bagi daerah lain. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diharapkan mampu menjadi filter dan penjaga perdamaian, bukan bagian dari penyebar konflik.
Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat terus mengimbau agar perbedaan pendapat diselesaikan dengan dialog dan niat baik, demi menciptakan suasana yang kondusif dan saling menghargai antarwarga.
Pesan dari beberapa warga Desa Kambangan jelas:
Kerukunan adalah pondasi kehidupan sosial, dan masyarakat memilih untuk bersatu demi kedamaian bersama.
Red- Bayu Anggara






