SUARAMASYARAKAT.COM.//Palu, Oktober 2025 — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan tanpa diskriminasi melalui Program Berani Sehat. Program inovatif ini memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP, tanpa harus mempersoalkan status kepesertaan BPJS.
Sejak diluncurkan pada April 2025, program ini telah menjangkau 78.944 jiwa di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan di lapangan, digelar forum evaluasi dan kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan unsur OPD, BPJS, rumah sakit, serta operator SEHATI.
Yang istimewa, forum ini turut dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang memberikan arahan sekaligus dukungan penuh terhadap Program Berani Sehat sebagai model layanan kesehatan inklusif.
Hadir pula Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, Sp.PK, yang memaparkan capaian serta dampak positif program tersebut. Ia menegaskan bahwa semangat pelayanan kesehatan di Sulteng kini berorientasi pada kemanusiaan, bukan administrasi.
> “Layanan kesehatan cukup dengan KTP, tanpa peduli status BPJS. Inilah wujud nyata pelayanan yang adil bagi seluruh warga,” ujar dr. Reny.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, Wayan Apriani, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar koordinasi, melainkan langkah konkret untuk memperkuat sistem kesehatan daerah.
> “Ini langkah nyata untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta memperkuat pembiayaan kesehatan daerah,” ungkapnya.
Program Berani Sehat menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara bagi seluruh masyarakat.
Mari bersama wujudkan Sulawesi Tengah yang sehat dan sejahtera!






