Praktik Judi di Gembol Dikabarkan Masih Beroperasi, Aduan Warga Sudah Tersampaikan ke Wakapolres Semarang

- Redaksi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG –suaramasyarakat.com// Dugaan praktik perjudian sabung ayam dan dadu “klotok” di wilayah Gembol, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, kembali menjadi perhatian publik. Aktivitas yang disebut-sebut telah berlangsung cukup lama itu dinilai semakin berani dan terkesan berjalan tanpa hambatan berarti.

 

Sejumlah warga menyebutkan bahwa praktik perjudian tersebut berlangsung terbuka dan ramai dikunjungi, terutama pada malam hari. Aktivitas itu disebut menjadi tontonan sekaligus ajang taruhan yang mengundang banyak orang dari luar wilayah.

 

“Kalau sudah ada sabung ayam, pasti lanjut dadu. Ramai sampai malam,” ungkap J, Jumat (13/2/2026).

 

Menurut J, pola kegiatan tersebut nyaris bisa ditebak. Sabung ayam digelar lebih dulu, kemudian berlanjut dengan permainan dadu “klotok” yang melibatkan taruhan uang dalam jumlah tidak sedikit. Ia menilai, aktivitas itu bukan lagi rahasia umum di lingkungan sekitar.

 

Warga Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Aparat

 

Masyarakat setempat turut mempertanyakan efektivitas pengawasan aparat jika praktik tersebut benar-benar berlangsung rutin.

 

“Mustahil tidak terdeteksi kalau memang serius diawasi,” ujarnya.

 

Warga lainnya, berinisial R, mendesak agar dugaan keterlibatan oknum—jika memang ada—diusut secara transparan demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Baca Juga :  Warga Kabupaten Pekalongan Tertipu Kedok Kelapa dan Jahe, Rp1,17 Miliar Ludes, Kasus Dilaporkan ke Polda”

 

“Kalau memang ada oknum yang bermain, harus dibuka seterang-terangnya. Jangan sampai citra institusi rusak karena ulah segelintir orang,” tegas R.

 

Sejumlah warga juga mengkhawatirkan dampak sosial yang ditimbulkan. Selain berpotensi memicu konflik dan keributan, praktik perjudian dinilai merusak moral generasi muda serta memicu perputaran uang ilegal di lingkungan masyarakat.

 

“Anak-anak muda bisa ikut-ikutan. Awalnya nonton, lama-lama coba pasang. Ini yang kami takutkan,” kata seorang warga lainnya.

 

Aduan Sudah Diterima Wakapolres, Tapi Belum Ada Tindakan Nyata

 

Informasi terkait dugaan praktik perjudian tersebut telah disampaikan melalui pesan WhatsApp pribadi kepada Wakapolres Semarang, Kompol Erwin Chan Siregar, yang kemudian membalas, “Terima kasih infonya mas,” pada Jumat (13/2/2026).

 

Namun, sejumlah narasumber menilai respons tersebut belum diikuti tindakan nyata di lapangan. Hingga kini, menurut warga, aktivitas perjudian itu disebut masih terus berlangsung.

 

“Jawabannya memang terima kasih atas informasinya. Tapi faktanya sampai sekarang masih jalan terus, seolah tidak tersentuh,” ujar J, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga :  Oknum Kades Rendeng kecamatan Sale Rembang Diduga Menyerobot Lahan Milik Warga Untuk di Jadikan Jalan Pertanian

 

Warga lain menambahkan, jika aparat sudah menerima informasi resmi dari masyarakat, seharusnya ada langkah cepat yang terlihat.

 

“Kalau memang sudah tahu, harusnya ada tindakan. Jangan sampai kesannya cuma dijawab, tapi di lapangan tetap bebas beroperasi,” katanya.

 

Nada kekecewaan juga muncul dari kalangan masyarakat yang berharap ada gebrakan nyata.

 

“Jangan sampai kepercayaan masyarakat luntur. Kami melapor karena ingin lingkungan bersih dari judi, bukan sekadar ingin didengar,” tegas seorang warga.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan mengenai langkah penindakan yang akan dilakukan aparat kepolisian terkait dugaan praktik perjudian tersebut.

 

Masyarakat Menanti Ketegasan Pihak Berwenang

 

Masyarakat kini menanti ketegasan dan transparansi dari pihak berwenang. Mereka berharap penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu demi menjaga ketertiban dan marwah hukum di Kabupaten Semarang.Praktik Judi di Gembol Dikabarkan Masih Beroperasi, Aduan Warga Sudah Tersampaikan ke Wakapolres Semarang

Red- by ang

Berita Terkait

LBH Suara Masyarakat Kecam Brutalitas Kekerasan Anak di Bandar, Desak Polsek Bertindak Tegas
Warga Kabupaten Pekalongan Tertipu Kedok Kelapa dan Jahe, Rp1,17 Miliar Ludes, Kasus Dilaporkan ke Polda”
Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi
Mau Ngadu ke Propam, Tangan Malah Ditarik!” — Oknum Kanit Reskrim Polsek Simo Diduga Halangi Laporan di Polres Boyolali
Masih di Tahap Kepolisian, Mediasi Tak Diberi Ruang: Praperadilan Sudah Ditempuh, Satreskrim Unit I Polres Pekalongan Kabupaten Disorot Keras, Tim Kalimasada Bergerak ke DPR RI
Diduga Lakukan Penipuan, Oknum Kepala Desa Dilaporkan Warga ke Polres Batang
Diduga Aniaya Adik Ipar, Sri Mulyati Dilaporkan ke Polresta Pekalongan.
Bukti CCTV dan Saksi Ada, Namun Kasus Perampasan di Semarang Tak Kunjung Tuntas
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 23:09 WIB

LBH Suara Masyarakat Kecam Brutalitas Kekerasan Anak di Bandar, Desak Polsek Bertindak Tegas

Rabu, 15 April 2026 - 01:13 WIB

Warga Kabupaten Pekalongan Tertipu Kedok Kelapa dan Jahe, Rp1,17 Miliar Ludes, Kasus Dilaporkan ke Polda”

Minggu, 5 April 2026 - 21:35 WIB

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi

Minggu, 5 April 2026 - 20:04 WIB

Mau Ngadu ke Propam, Tangan Malah Ditarik!” — Oknum Kanit Reskrim Polsek Simo Diduga Halangi Laporan di Polres Boyolali

Kamis, 26 Maret 2026 - 00:57 WIB

Masih di Tahap Kepolisian, Mediasi Tak Diberi Ruang: Praperadilan Sudah Ditempuh, Satreskrim Unit I Polres Pekalongan Kabupaten Disorot Keras, Tim Kalimasada Bergerak ke DPR RI

Berita Terbaru