Polda Jateng Asistensi Tanggap Bencana di Pekalongan, Dua Polres Dilatih Penggunaan Aplikasi DORS

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 00:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

SUARAMASYARAKAT.COM//Polres Pekalongan – Polda Jateng – Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di Jawa Tengah diperkuat. Polda Jawa Tengah melaksanakan asistensi kesiapan tanggap bencana dan pelatihan penggunaan aplikasi Disaster Operation Reporting System (DORS) yang diikuti oleh jajaran Polres Pekalongan dan Polres Tegal, Selasa (11/11/2025).

 

Kegiatan penting ini dilaksanakan di aula Presisi Polres Pekalongan. Asistensi ini menjadi langkah strategis di tengah prediksi curah hujan tinggi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

 

Dihadiri Pejabat Utama Polda dan Dua Polres

 

Acara asistensi tersebut dihadiri langsung oleh Karoops Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radynanda, S.I.K., M.H., bersama Tim Asistensi. Dari tuan rumah, hadir Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, SIK., M.Si., Wakapolres Kompol Nurkholis, S.H., serta para Kabag, Kasat, hingga seluruh Kapolsek jajaran Polres Pekalongan.

 

Khusus untuk Polres Tegal, asistensi diwakili oleh Wakapolres dan beberapa pejabat utama. Uniknya, kegiatan ini juga melibatkan pihak luar, yakni Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten/Kota Pekalongan, untuk memperkuat koordinasi antar-instansi.

Baca Juga :  Halaman Sekolah Sunyi: Tiang Bendera dan Sang Saka Merah Putih Tak Tampak di SDN 02 Kalipancur Saat Jam Kerja

 

Pekalongan Siaga: Antisipasi Curah Hujan Tinggi

 

Dalam sambutannya, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, SIK., M.Si., menyambut baik Tim Asistensi dari Roops Polda Jateng dan menegaskan kesiapan jajarannya.

 

“Selamat datang di Polres Pekalongan. Sesuai arahan Komandan, situasi di wilayah Jawa Tengah, khususnya Pekalongan, diprediksi BMKG akan mengalami curah hujan cukup tinggi. Oleh karena itu, asistensi ini sangat relevan dan mendesak,” ujar AKBP Rachmad.

 

Kapolres Pekalongan juga memaparkan langkah-langkah kesiapsiagaan yang telah dilakukan, termasuk:

 

Pelaksanaan Apel kesiapsiagaan dan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan BPBD dan dinas terkait pada 29 Oktober 2025.

 

Pembentukan Grup WhatsApp Stakeholder untuk koordinasi dan pelaporan cepat penanggulangan bencana.

 

Optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai pelapor cuaca dan potensi bencana di desa binaan.

 

Peningkatan pemahaman anggota dalam penanganan bencana melalui Assesment Perlengkapan dan Latihan Tanggap Bencana.

 

Penggunaan Aplikasi SIDARMA BMKG untuk memantau hujan dan memberikan peringatan dini cuaca.

 

Sementara itu, Karoops Polda Jateng Kombes Pol. Basya Radynanda, S.I.K., M.H., dalam sambutannya sekaligus pelaksanaan asistensi, menjelaskan makna asistensi dan pentingnya pemanfaatan teknologi, termasuk Google dan AI, untuk mendapatkan informasi terkini.

Baca Juga :  Raih 3 Emas di Pemalang, Pelatih Optimistis Atlet Taekwondo Dojang Kalisalak Batang Bersinar Di Semarang Yang Akan Datang

 

Ia menekankan bahwa penanggulangan bencana harus berlandaskan pada UU No. 24 Tahun 2007 yang mencakup tiga tahapan: Pra-Bencana, Tanggap Darurat, dan Pasca-Bencana.

 

“Prinsip utama penanggulangan bencana adalah cepat dan tepat dalam memberikan pertolongan, objektif tanpa memandang latar belakang korban, dan akuntabel, di mana semua proses dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Kombes Pol. Basya Radynanda.

 

Lebih lanjut, Asistensi ini fokus pada pelatihan penggunaan Aplikasi DORS (Disaster Operation Reporting System), yang merupakan sistem pelaporan dan koordinasi operasi bencana berbasis digital. Kombes Pol Basya juga menjelaskan konsep KPL (Komando Penanggulangan Lapangan), yang merupakan sistem organisasi modular yang harus mampu dibentuk oleh kepolisian saat menghadapi berbagai kondisi darurat, baik yang terencana maupun tidak terencana.

 

Asistensi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan operasional anggota Polres Pekalongan dan Polres Tegal dalam menanggulangi bencana, terutama dalam hal kecepatan pelaporan dan koordinasi antar-instansi. (hendra)

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Kamis, 3 September 2026 - 15:24 WIB

Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat

Berita Terbaru