Pekalongan, Jateng – suaramasyarakat.com // Sebuah fenomena sederhana namun penuh makna terjadi di SDN 02 Kalipancur Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan saat jam kerja, halaman sekolah tampak sunyi tanpa tiang bendera dan Sang Saka Merah Putih yang biasanya berkibar gagah.
Halaman SDN 02 Kalipancur pada jam kerja,ada keheningan yang sedikit ganjil. Tak ada tiang bendera menjulang, tak ada Sang Saka Merah Putih yang mengibarkan sayapnya di angin pagi.
Bendera, simbol kebangsaan yang selama ini menjadi titik fokus kebanggaan sekolah, entah mengapa “menghilang” di momen-momen rutin sekolah ini.
Simbol-simbol kebangsaan di lingkungan pendidikan berperan penting sebagai pengingat terus menerus akan nilai-nilai nasionalisme dan karakter bangsa.
Menumbuhkan rasa kebersamaan dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
Saat akan konfirmasi terkait hal tersebut Kepala Sekolah tidak ada ditempat. Menurut seorang guru yang ada diruang kerja, Senin pagi, (29/6) mengatakan bahwa Kepala Sekolah sedang keluar.
Dari guru yang pada saat itu berada di kantor,mereka menyampaikan, tidak adanya Tiang Bendera dan Tidak ada berkibarnya Sang Saka Merah Putih di halaman Sekolah dikarenakan berapa hari yang lalu tali nya putus.
Ia, mengatakan,”itu karena talinya putus berapa hari lalu, dan belum diperbaiki,karena penjaga sekolahnya ini sedang ke sawah,”jelasnya
Sehingga dalam hal ini patut dipertanyakan, kenapa pengibaran bendera merah putih di halaman Sekolah hanya mengandalkan kepada penjaga Sekolah?
Masih hari yang sama dengan waktu yang berbeda,ketika dihubungi melalui telpon selularnya,terkait hal tersebut Plt. Kepala Sekolah SDN 02 Kalipancur,Ismaryanti, mengatakan bahwa pagi itu dirinya sedang keluar ke BKD, dan itu kelalaian pihak sekolah.
“Iya, tadi pagi saya sedang keluar untuk ke BKD, dan kami mengakui bahwa itu kelalaian kami.” Dan hari ini ditindak lanjuti untuk perbaikan,”jelasnya
Dari peristiwa SDN 02 Kalipancur,ini sebuah pelajaran besar: simbol kebangsaan, sekecil apapun, butuh perhatian, penghormatan, dan konsistensi.*
Dhodi Rusmanto






