BATANG -suaramasyarakat.com.// Guna memastikan penyebab pasti meninggalnya dua balita di pantai Sigandu Rabu pagi tadi, jajaran Satreskrim Kepolisian Polres Batang menggelar outopsi di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang, pada Rabu malam.
Outopsi dilakukan oleh tim Scientific Crime Investigation Biddokkes Polda Jawa Tengah mulai pukul 20.36 WIB dan berakhir pada pukul 22.05 WIB.
Kapolres Batang, AKBP Edi Rahmat Mulyana melalui Kasat Reskrim AKP Imam Muhtadi usai kegiatan menjelaskan, Outopsi atau pemeriksaan medis terhadap jenazah setelah kematian, atau yang dikenal sebagai post-mortem, bertujuan untuk menentukan penyebab dan cara kematian korban.
Hal ini dilakukan karena kematian korban dianggap tak wajar. Sehingga, kedua korban yang awalnya sudah dipulangkan ke rumah duka, dievakuasi lagi ke kamar jenazah untuk dilakukan outopsi.
“Kami malam ini melaksanakan outopsi kepada kedua korban yang dilakukan oleh Biddokkes Polda Jateng. Nanti setelah satu minggu, hasilnya secara resmi akan keluar”, katanya.
Imam menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah mendalami kasus ini, melalui pemeriksaan saksi-saksi.
“Kami sudah meminta keterangan ayah korban dan juga ibu korban yang tadi siang sudah kita temukan. Untuk sementara, perisitiwa ini mengerucut kepada tindakan percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh ibu korban atau VG dengan mengajak serta kedua anaknya”, imbuhnya.
Dari informasi yang dihimpun, diketahui VG mengajak kedua anaknya selepas subuh dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 5 pagi. VG kemudian menggendong anak keduanya di sebelah kiri dan menggandeng anak pertamanya dengan tangan kanan. Ketiganya terus melawan ombak hingga ke tengah, kendati kedua anaknya berontak melawan namun VG tetap memegang keduanya, hingga tenggelam dan akhirnya terhempas ombak dan terpisah.
“Kami masih mendalami peristiwa itu dan belum menetapkan status tersangka kepada VG. Kami juga melibatkan psikiater, untuk mendalami kejiwaannya”, pungkasnya.






