PASTIKAN PENYEBAB KEMATIAN DUA BALITA, POLISI GELAR OUTOPSI

- Redaksi

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 00:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BATANG -suaramasyarakat.com.// Guna memastikan penyebab pasti meninggalnya dua balita di pantai Sigandu Rabu pagi tadi, jajaran Satreskrim Kepolisian Polres Batang menggelar outopsi di kamar jenazah RSUD Kalisari Batang, pada Rabu malam.

Outopsi dilakukan oleh tim Scientific Crime Investigation Biddokkes Polda Jawa Tengah mulai pukul 20.36 WIB dan berakhir pada pukul 22.05 WIB.

Kapolres Batang, AKBP Edi Rahmat Mulyana melalui Kasat Reskrim AKP Imam Muhtadi usai kegiatan menjelaskan, Outopsi atau pemeriksaan medis terhadap jenazah setelah kematian, atau yang dikenal sebagai post-mortem, bertujuan untuk menentukan penyebab dan cara kematian korban.

Hal ini dilakukan karena kematian korban dianggap tak wajar. Sehingga, kedua korban yang awalnya sudah dipulangkan ke rumah duka, dievakuasi lagi ke kamar jenazah untuk dilakukan outopsi.

Baca Juga :  Harumkan Nama Bangsa, Briptu Putri Aisah Lidel Raih Peringkat Pertama di Akademi Kepolisian Turki

“Kami malam ini melaksanakan outopsi kepada kedua korban yang dilakukan oleh Biddokkes Polda Jateng. Nanti setelah satu minggu, hasilnya secara resmi akan keluar”, katanya.

Imam menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah mendalami kasus ini, melalui pemeriksaan saksi-saksi.

“Kami sudah meminta keterangan ayah korban dan juga ibu korban yang tadi siang sudah kita temukan. Untuk sementara, perisitiwa ini mengerucut kepada tindakan percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh ibu korban atau VG dengan mengajak serta kedua anaknya”, imbuhnya.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga di Pekalongan Tertipu Oknum Debt Collector, Mobil Diambil Meski Baru Nunggak 2 Bulan

Dari informasi yang dihimpun, diketahui VG mengajak kedua anaknya selepas subuh dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 5 pagi. VG kemudian menggendong anak keduanya di sebelah kiri dan menggandeng anak pertamanya dengan tangan kanan. Ketiganya terus melawan ombak hingga ke tengah, kendati kedua anaknya berontak melawan namun VG tetap memegang keduanya, hingga tenggelam dan akhirnya terhempas ombak dan terpisah.

“Kami masih mendalami peristiwa itu dan belum menetapkan status tersangka kepada VG. Kami juga melibatkan psikiater, untuk mendalami kejiwaannya”, pungkasnya.

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Berita Terbaru