Oknum Polisi di Polsek Bodeh Diduga Manfaatkan Fasilitas Institusi untuk Kepentingan Bisnis Pribadi”

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 01:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG – suaramasyarakat.com//Dugaan ingkar janji pembayaran proyek pengaspalan di kawasan “Pusat Perdagangan Muncang”, Desa Muncang, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, memasuki babak serius. Selain tunggakan pembayaran, muncul dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam proses pembuatan kontrak kerja.

 

Proyek senilai Rp139,875,000 tertuang dalam Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 006/SPK-ASB/XII-2023 tertanggal 22 Juli 2023. Dalam dokumen itu, N.W., warga Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan pengaspalan seluas 1.119 meter persegi.

 

Pekerjaan pengaspalan jenis Burda dengan ketebalan 2,5 cm selesai sesuai jadwal pada 7 Agustus 2023. SPK menyebut pembayaran dilakukan dua minggu setelah pekerjaan rampung dan diperiksa. Namun hingga kini, sisa pembayaran belum direalisasikan.

 

DP Dibayar, Sisa Menggantung

 

Kuasa hukum N.W. menyebut kliennya menerima uang muka (DP) sebesar Rp30 juta. Namun terdapat permintaan kasbon Rp2 juta oleh pihak pemberi kerja berinisial R.C.M., sehingga dana bersih yang diterima N.W. hanya Rp28 juta.

Baca Juga :  Pimpinan Umum Suaramasyarakat.com Dan Sinergi Mitra Polisi Laporkan Oknum Resmob Polres Rembang ke Polda Jateng

 

“Ada bukti transfer. Klien kami menerima Rp30 juta, tetapi diminta kembali Rp2 juta. Hingga kini sisa pembayaran tidak pernah dilunasi,” ujar kuasa hukum N.W.

 

Janji pelunasan disebut telah berulang kali disampaikan, termasuk komitmen terakhir pada 20 Februari 2026. Namun hingga tenggat tersebut terlewati, pembayaran tetap tidak terealisasi.

 

Kontrak Disebut Dibuat di Lingkungan Polsek

 

Persoalan ini memunculkan dugaan bahwa R.C.M., yang tercantum sebagai perwakilan perusahaan pemberi kerja, merupakan anggota aktif kepolisian di wilayah hukum setempat. Informasi yang dihimpun menyebut proses komunikasi hingga kesepakatan kerja dilakukan dengan meyakinkan di lingkungan Polsek, sehingga menimbulkan rasa percaya dari pihak pelaksana proyek.

 

Jika benar ada penggunaan fasilitas atau atribut institusi untuk kepentingan bisnis pribadi, hal ini berpotensi melanggar aturan disiplin anggota Polri serta menimbulkan konflik kepentingan.

Baca Juga :  Kanit Reskrim Menerima Penitipan 1 Unit Mobil Dengan Status Tidak Jelas, Pemilik Mobil Kecewa!!!

 

Mengarah ke Ranah Pidana

 

Melihat tidak adanya itikad baik penyelesaian, pihak N.W. menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum. Dugaan yang mengemuka tidak lagi sebatas wanprestasi perdata, tetapi mengarah pada dugaan penipuan sesuai Pasal 378 KUHP, apabila ditemukan unsur tipu muslihat atau rangkaian kebohongan sejak awal.

 

“Kami sedang mengkaji laporan pidana. Jika ada unsur kesengajaan untuk tidak membayar sejak awal, tentu ini bukan sekadar ingkar janji,” tegas kuasa hukum N.W.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak perusahaan maupun R.C.M. terkait tudingan tersebut. Kasus ini memantik perhatian publik, terutama terkait dugaan keterlibatan oknum aparat dalam sengketa bisnis dengan potensi kerugian ratusan juta rupiah.

 

Red- iskdr

 

Berita Terkait

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin
Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik
Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat
Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja
Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya
Datang Bawa Bukti dan Tiga Saksi, Kuasa Hukum Kecewa Laporan Belum Dilayani di Polresta Surakarta
Kuasa Hukum Kecewa, Pertanyakan Efektivitas Pengaduan Propam atas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim Polres Demak
Polda Jateng Gerak Cepat Terbitkan SP Gas Lidik, Usut Dugaan Penghinaan Profesi Advokat dan Premanisme di Kecamatan Bandar
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin

Senin, 27 Juli 2026 - 00:21 WIB

Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:24 WIB

Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:04 WIB

Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:29 WIB

Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya

Berita Terbaru