Merasa Dibentak Dan Membawa Nama Suku, Bayu Anggara Melaporkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Purwodadi Ke Komisi Yudisial

- Redaksi

Jumat, 6 Juni 2025 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Purwodadi – Jawa tengah, kekecewaan Bayu Anggara sebagai saksi dalam perkara nomor print- 1042/M.3.41/Eoh.1/03/2025 terhadap salah satu hakim di pengadilan negri Grobogan sangatlah mencoreng etika sebagai penegak hukum.mengingat tugas pokok hakim adalah memeriksa,mengadili,dan memutus perkara yang di ajukan di pengadilan,serta memastikan keadilan dan kepastian hukum di tegak kan,selain itu hakim juga memiliki tugas tugas lain seperti memberikan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di pengadilan danmenjaga keterbukaan serta objektivitas.

Baca Juga :  Perundungan di Pondok Pesantren Yayasan Arwaniyyah Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus, Tambah Mencoreng Nama Pondok Pesantren di Indonesia

Kode Etik Hakim:
hakim memiliki kode etik yang mengatur prilaku mereka dipersidangan, termasuk larangan membentak saksi.

Prilaku Adil Dan Netral:
Hakim harus bersifat adil,netral, dan tidak menunjukan ketidakberpihakan kepada salah satu pihak termasuk saksi

Menghindari Kesan Mengancam:
Hakim dilarang mengeluarkan perkataan atau tindakan yang dapat menimbulkan kesan mengancam atau menyudutkan saksi.

Mengingat dari tugas dan fungsi pokok hakim, Bayu Anggara akan melaporkan tindakan hakim pengadilan negeri(PN) di Grobogan tersebut ke komisi yudisial (KY)
Dikarenakan didalam persidangan Bayu Anggara merasa tertekan dan mengintimidasi dengan membawa nama suku sehingga terjadi kericuhan diruang sidang
Bayu Anggara berharap laporan ke komisi yudisial dapat ditindak sesuai kode etik hakim
Mengingat pelanggaran kode etik dapat dikenakan sangsi termasuk sangsi berat pemberhentian dengan tidak hormat

Baca Juga :  Aktivis Suara Masyarakat Gaungkan Gerakan Cegah Sindikat LAYANGAN di Batang: Jangan Biarkan Hukum Dimainkan”

Red. Bayu

Berita Terkait

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin
Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik
Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat
Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja
Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya
Datang Bawa Bukti dan Tiga Saksi, Kuasa Hukum Kecewa Laporan Belum Dilayani di Polresta Surakarta
Kuasa Hukum Kecewa, Pertanyakan Efektivitas Pengaduan Propam atas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim Polres Demak
Polda Jateng Gerak Cepat Terbitkan SP Gas Lidik, Usut Dugaan Penghinaan Profesi Advokat dan Premanisme di Kecamatan Bandar
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin

Senin, 27 Juli 2026 - 00:21 WIB

Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:24 WIB

Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:04 WIB

Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:29 WIB

Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya

Berita Terbaru