Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pemalang Berujung Damai Rp100 Juta, Praktisi Hukum Bersuara

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 04:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

SUARAMASYARAKAT.COM//PEMALANG, (14/12/2025) – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SMP di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dilaporkan telah selesai melalui jalur mediasi di tingkat desa, Minggu (14/12/2025).

 

Meski sempat dilaporkan ke Polres Pemalang, perkara ini berakhir dengan kesepakatan damai yang melibatkan pemberian kompensasi senilai Rp100 juta dari pihak terduga pelaku kepada keluarga korban.

 

Kronologi Perdamaian dan Kompensasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini telah masuk ke ranah kepolisian. Namun, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat kemudian memfasilitasi mediasi hingga tercapai kesepakatan damai pada Rabu, 19 November 2025.

 

Setelah kesepakatan damai dicapai, laporan polisi di Polres Pemalang dilaporkan telah dicabut. Dalam perjanjian damai tersebut, orang tua korban menyetujui kompensasi sebesar Rp100 juta dari terduga pelaku. Batas waktu pembayaran kompensasi ini disepakati paling lambat pada 31 Desember 2025.

Baca Juga :  Pelayanan Terbaik Dilakukan Oleh SPKT Polres Pemalang Dalam Memberikan Pelayanan Aduan Masyarakat Kuasa Hukum JBU Mengapresiasi

 

Perjanjian damai ini, yang juga melibatkan oknum Kepala Desa (Kades), mencantumkan bahwa jika kompensasi gagal dipenuhi hingga batas waktu tersebut, keluarga korban menyatakan akan kembali melaporkan kasus ini ke Polres Pemalang.

 

Sorotan Hukum: Dianggap Cacat dan Melawan Hukum

 

Penyelesaian kasus kekerasan seksual melalui jalur damai ini segera menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk Praktisi Hukum di Kabupaten Pemalang, Imam Subiyanto.

Imam Subiyanto menyatakan bahwa surat kesepakatan damai tersebut cacat hukum dan berpotensi memicu adanya kejahatan baru, yaitu menghalangi proses peradilan pidana.

 

”Penyelesaian kasus pelecehan seksual terhadap anak melalui perdamaian adalah perbuatan melawan hukum, bertentangan dengan norma hukum pidana, hukum perlindungan anak, serta prinsip keadilan substantif,” tegas Imam.

Baca Juga :  Kanit Reskrim Polsek Pemalang Diduga Merekayasa Panggilan Saksi Tanpa Adanya Tandatangan Kapolsek!! Tim Kuasa Hukum Akan Bersurat Ke DPR RI Komisi III

 

Ia menegaskan bahwa kasus pelecehan seksual terhadap anak bukan termasuk delik aduan biasa, melainkan delik khusus yang wajib diproses oleh negara tanpa bergantung pada pencabutan laporan. Mencabut laporan, menurutnya, tidak serta merta menghapus tindak pidana tersebut, dan negara tetap wajib mengadili pelaku.

 

”Perbuatan tersebut bertentangan dengan Pasal 76D dan 81 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Anak bukan objek transaksi. Kesepakatan uang justru memperparah penderitaan korban,” tambahnya.

 

Imam juga menyoroti peran aparat desa, menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan hukum untuk memediasi atau mengesahkan perdamaian dalam perkara pidana berat.

Berita Terkait

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina
Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah
BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional
Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim
PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN
REKAMAN PEMERIKSAAN JADI TARUHAN: KUASA HUKUM TANTANG POLRES TAPIN BUKA VIDEO PEMERIKSAAN TERSANGKA
Di Balik Pengungkapan Kasus Minyak Goreng, Polres Tapin Dihantam Dugaan Penyiksaan; Kuasa Hukum: “Kami Akan Lawan Sampai Tuntas
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina

Jumat, 18 September 2026 - 22:57 WIB

Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim

Berita Terbaru