FOMAPAK Angkat Bicara Terkait Kebijakan Diskriminatif Gubsu, Bobby Nasution

- Redaksi

Selasa, 30 September 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa, Aceh – SuaraMasyarakat.com // Front Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan (FOMAPAK), dengan tegas menolak kebijakan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Bobby Nasution, membatasi penggunaan jalan bagi kendaraan bermotor ber-STNK luar Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu secara tegas dan menyorot tajam oleh Nasruddin, S.E., selaku pimpinan FOMAPAK kepada media melalui press release, Minggu (28/09/25).

“Bagi kami, kebijakan tersebut bukan hanya diskriminatif, tetapi juga berpotensi memecah belah persaudaraan antar daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). STNK adalah produk nasional, bukan produk daerah. Karena itu, dokumen tersebut berlaku di seluruh wilayah Indonesia tanpa pengecualian,” sebut Nasruddin, S.E.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Rumah Warga di Pekalongan

Kebijakan dikeluarkan Gubernur Sumut jelas kontra-harmoni dan berpotensi menimbulkan gesekan horizontal antar warga. Padahal, pembangunan jalan dibiayai oleh APBN dan APBD yang bersumber dari uang rakyat Indonesia.

Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk melarang atau membatasi penggunaan jalan berdasarkan asal daerah kendaraan.

FOMAPAK menilai, tindakan Gubernur Sumut telah melewati batas kewenangan dan justru menimbulkan keresahan sosial. Seharusnya seorang pemimpin daerah menyelesaikan masalah secara bijak, jernih, dan komprehensif, bukan dengan kebijakan sepihak membenturkan masyarakat.

Untuk itu, FOMAPAK mendesak Kapolda Sumut dan aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti kebijakan diskriminatif ini serta mengambil langkah hukum terhadap Gubernur Sumut karena kebijakannya berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Baca Juga :  Pengelolaan DD di Desa Matang Ben Diduga Sarat Penyimpangan, Ini Ulasannya

Kami mengingatkan, Indonesia dibangun di atas prinsip kebersamaan dan persatuan. Jangan sampai kebijakan yang salah arah merusak harmoni bangsa.

Kalau mau hitung hitungan, di Aceh cukup banyak angkutan umum maupun mobil pribadi menggunakan plat BK beroprasi di Aceh, “Kami tidak pernah protes bahkan Aceh tiap hari memberikan kontribusi pajak export Kopi, CPO, Cangkang Sawit dan Kernel berasal dari Aceh dikirim melalui pelabuhan Belawan dan pajaknya masuk ke Sumatra Utara.*

Reporter : Nurma

Berita Terkait

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi
Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa
Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum
Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi
Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman Tinjau Pengaspalan Jalan Kertoharjo–Karangdadap
Personel Polsek Idi Rayeuk Bantu Evakuasi Warga Peudawa Puntong Yang Meninggal di Pasar Idi
Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Kapolsek Julok Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 21:35 WIB

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi

Minggu, 5 April 2026 - 00:38 WIB

Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa

Sabtu, 4 April 2026 - 13:30 WIB

Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 08:12 WIB

Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi

Senin, 16 Maret 2026 - 07:45 WIB

Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi

Berita Terbaru