Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Rehabilitasi Jalan TPA Plosojenar Disorot Warga

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati,suaramasyarakat.com//

Pekerjaan rehabilitasi jalan menuju TPA Plosojenar, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran Rp196.351.000 (termasuk PPN) tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan terkesan asal jadi.

 

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut memiliki volume panjang 346 meter dan lebar 3 meter dengan jenis pekerjaan jalan Matador A (SS-A). Proyek ini dilaksanakan oleh CV Samiadji dengan tujuan meningkatkan sarana dan prasarana akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

Namun, hasil pantauan awak media di lokasi menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Permukaan aspal tampak tidak rata, bergelombang, dan carut marut, bahkan di beberapa titik terlihat mudah terkelupas. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan standar yang seharusnya.

 

“Ini kelihatan asal dikerjakan. Aspalnya tidak rapi dan terkesan tipis. Baru selesai tapi sudah terlihat rusak,” ungkap salah satu warga sekitar berinisial A.

 

Dugaan Pelanggaran Teknis dan Administratif

 

Atas kondisi tersebut, proyek rehabilitasi jalan TPA Plosojenar diduga melanggar sejumlah ketentuan, antara lain:

1. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana diubah dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021

• Pasal 6 huruf a dan c menegaskan prinsip pengadaan harus efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

• Pekerjaan yang tidak memenuhi kualitas dapat dikategorikan tidak akuntabel dan merugikan keuangan daerah.

2. Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi

• Pelaksana wajib memenuhi spesifikasi teknis, metode kerja, dan mutu material sesuai kontrak.

• Dugaan pengerjaan asal jadi berpotensi melanggar kewajiban penyedia jasa konstruksi.

3. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi

• Pasal 59 ayat (1) menyatakan penyedia jasa bertanggung jawab atas kegagalan bangunan akibat tidak terpenuhinya standar mutu.

Baca Juga :  LBH Suara Masyarakat Kecam Brutalitas Kekerasan Anak di Bandar, Desak Polsek Bertindak Tegas

• Jika terbukti, pelaksana dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana sesuai tingkat pelanggaran.

4. Spesifikasi Umum Bina Marga (SS-A)

• Pekerjaan lapis perkerasan aspal wajib memenuhi standar ketebalan, kepadatan, dan kerataan.

• Kondisi jalan yang bergelombang dan tidak rapi mengindikasikan kemungkinan penyimpangan spesifikasi teknis.

 

Desakan Evaluasi dan Audit Proyek

 

Warga berharap Dinas terkait di Kabupaten Pati, termasuk Dinas PUPR dan Inspektorat Daerah, segera turun tangan melakukan pemeriksaan fisik dan audit kualitas pekerjaan. Masyarakat juga meminta agar pengawasan proyek tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar menjamin mutu sesuai anggaran yang telah digelontorkan.

 

“Anggarannya tidak kecil. Ini uang rakyat, jadi harus dikerjakan dengan benar, bukan asal selesai,” tambah warga.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi atas dugaan kualitas pekerjaan tersebut.red septa

Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Rehabilitasi Jalan TPA Plosojenar Disorot Warga

Pati, Selasa 2025 —
Pekerjaan rehabilitasi jalan menuju TPA Plosojenar, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran Rp196.351.000 (termasuk PPN) tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan terkesan asal jadi.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut memiliki volume panjang 346 meter dan lebar 3 meter dengan jenis pekerjaan jalan Matador A (SS-A). Proyek ini dilaksanakan oleh CV Samiadji dengan tujuan meningkatkan sarana dan prasarana akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Namun, hasil pantauan awak media di lokasi menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Permukaan aspal tampak tidak rata, bergelombang, dan carut marut, bahkan di beberapa titik terlihat mudah terkelupas. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan standar yang seharusnya.

“Ini kelihatan asal dikerjakan. Aspalnya tidak rapi dan terkesan tipis. Baru selesai tapi sudah terlihat rusak,” ungkap salah satu warga sekitar berinisial A.

Baca Juga :  Ketua DPW Rampas08 Berdaulat Aceh Kunjungi DPD Srikandi Bireuen

Dugaan Pelanggaran Teknis dan Administratif

Atas kondisi tersebut, proyek rehabilitasi jalan TPA Plosojenar diduga melanggar sejumlah ketentuan, antara lain:
1. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana diubah dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021
• Pasal 6 huruf a dan c menegaskan prinsip pengadaan harus efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
• Pekerjaan yang tidak memenuhi kualitas dapat dikategorikan tidak akuntabel dan merugikan keuangan daerah.
2. Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi
• Pelaksana wajib memenuhi spesifikasi teknis, metode kerja, dan mutu material sesuai kontrak.
• Dugaan pengerjaan asal jadi berpotensi melanggar kewajiban penyedia jasa konstruksi.
3. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
• Pasal 59 ayat (1) menyatakan penyedia jasa bertanggung jawab atas kegagalan bangunan akibat tidak terpenuhinya standar mutu.
• Jika terbukti, pelaksana dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana sesuai tingkat pelanggaran.
4. Spesifikasi Umum Bina Marga (SS-A)
• Pekerjaan lapis perkerasan aspal wajib memenuhi standar ketebalan, kepadatan, dan kerataan.
• Kondisi jalan yang bergelombang dan tidak rapi mengindikasikan kemungkinan penyimpangan spesifikasi teknis.

Desakan Evaluasi dan Audit Proyek

Warga berharap Dinas terkait di Kabupaten Pati, termasuk Dinas PUPR dan Inspektorat Daerah, segera turun tangan melakukan pemeriksaan fisik dan audit kualitas pekerjaan. Masyarakat juga meminta agar pengawasan proyek tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar menjamin mutu sesuai anggaran yang telah digelontorkan.

“Anggarannya tidak kecil. Ini uang rakyat, jadi harus dikerjakan dengan benar, bukan asal selesai,” tambah warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi atas dugaan kualitas pekerjaan tersebut.red septa

Berita Terkait

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina
Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah
BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional
Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin
Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim
PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN
REKAMAN PEMERIKSAAN JADI TARUHAN: KUASA HUKUM TANTANG POLRES TAPIN BUKA VIDEO PEMERIKSAAN TERSANGKA
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina

Jumat, 18 September 2026 - 22:57 WIB

Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin

Berita Terbaru