SUARAMASYARAKAT.COM//BATANG – Wilayah dataran tinggi yang biasanya aman dari genangan, kini tak lagi menjamin kenyamanan warga. Sore ini, jagat media sosial Batang dihebohkan dengan unggahan akun Adim di grup Pigura Warga Batang yang memperlihatkan kondisi ruas jalan di Kecamatan Wonotunggal yang terendam banjir akibat hujan deras.
Banjir yang menggenangi jalan utama ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat yang merasa penanganan infrastruktur di wilayah tersebut jalan di tempat.
Wonotunggal dan Pandansari “Lumpuh” Saat Hujan
Dalam unggahannya, Adim menyatakan bahwa masalah ini bukan sekadar genangan lewat. Ia menyoroti wilayah Wonotunggal hingga ke arah utara menuju Pandansari yang selalu menjadi langganan “ora kalap” atau kewalahan setiap kali hujan deras mengguyur.
“Wonotunggal banjir neh sore iki… (Wonotunggal banjir lagi sore ini…)” tulis Adim dalam unggahannya. Ia menegaskan akan terus memperbarui informasi tersebut ke publik selama belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
Mengetuk Pintu Bupati Faiz Kurniawan
Tak main-main, warga langsung melayangkan keluhan ini secara terbuka dengan menandai (tag) akun media sosial Bupati Batang, Faiz Kurniawan. Warga berharap pemimpin daerah segera turun tangan melihat kondisi di lapangan yang dinilai makin memburuk.
“Ijin tag bapak Bupati Kab. Batang Faiz Kurniawan, Dimohon segera ditindaklanjuti,” lanjut unggahan tersebut, mewakili suara banyak pengendara dan penduduk sekitar yang terdampak.
Suara Akar Rumput: Jangan Sampai Jadi Tradisi
Keresahan warga di grup tersebut bukan tanpa alasan. Banyak yang menyayangkan mengapa wilayah dataran tinggi seperti Wonotunggal bisa mengalami banjir layaknya wilayah pesisir. Masalah drainase dan pendangkalan saluran air diduga kuat menjadi penyebab utama yang tak kunjung terselesaikan.
Masyarakat kini menunggu, apakah tagar dan mention di media sosial ini cukup kuat untuk menggerakkan mesin birokrasi, ataukah warga Wonotunggal harus kembali bersahabat dengan banjir setiap kali langit Batang menghitam?
Warga berpesan satu hal: Rakyat tidak butuh sekadar janji, tapi solusi agar jalanan kembali bisa dilalui dengan tenang, bukan dengan rasa was-was. (Santokajen)






