SUARAMASYARAKAT.COM//Pekalongan — Suasana di gedung parlemen Kabupaten Pekalongan tengah diwarnai kabar tak sedap. Dua anggota DPRD berinisial E dan S disebut-sebut menjalin kedekatan pribadi yang dinilai melampaui batas profesional, dan kini menjadi perbincangan hangat di kalangan sesama legislator.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber internal menyebut, isu kedekatan itu telah berembus sejak beberapa bulan lalu dan semakin santer setelah kegiatan kunjungan kerja luar daerah.
“Sudah banyak yang tahu. Saat kunjungan luar kota, sering terlihat berdua. Bahkan konon, E pernah menjemput S di hotel tempat menginap dan pergi di luar agenda resmi,” ujar salah satu anggota dewan yang meminta identitasnya disamarkan.
Ketegangan disebut memuncak saat istri E dikabarkan menghubungi beberapa anggota rombongan untuk menanyakan keberadaan suaminya. Situasi itu membuat suasana kunjungan menjadi tegang dan canggung.
Partai Beri Respons Hati-Hati
Dua partai politik yang menaungi keduanya mulai menanggapi isu tersebut.
Ketua DPC partai tempat S bernaung menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti apabila ditemukan bukti kuat.
“Kami akan konfirmasi dulu ke lembaga. Kalau benar, mekanisme partai akan berjalan sampai ke mahkamah kepartaian,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Sementara itu, dari pihak E, ketua fraksi partainya menyebut isu tersebut masih sebatas kabar yang belum terverifikasi.
“Belum ada bukti otentik. Barangkali itu hanya gosip. Tapi karena sudah ramai, kami tetap akan klarifikasi,” katanya.
Pimpinan Dewan Bungkam, Publik Bereaksi
Hingga berita ini diterbitkan, pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan belum memberikan pernyataan resmi.
Salah satu unsur pimpinan hanya mengatakan singkat, “No comment, takut salah.”
Namun di luar gedung dewan, opini publik justru bergolak.
Banyak warga menilai etika pejabat publik kini diuji bukan di ruang sidang, tetapi dalam kehidupan pribadi mereka.
“Benar atau tidaknya isu itu, citra lembaga sudah telanjur tercoreng,” ujar seorang pengamat politik lokal.
Ia menilai, isu personal di kalangan pejabat publik berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat lebih cepat daripada kasus anggaran.
Warganet Ramai Menyindir
Di media sosial, topik ini menjadi bahan perbincangan hangat.
Unggahan satir dengan komentar pedas membanjiri lini masa lokal Pekalongan.
Salah satu unggahan menulis:
“OKNUM DPRD IJO ROYO ROYO & GARUDA TERBANG DIISUKAN DILABRAG BOJONEYO — KUI WES LUMRAH! HARTA, TAHTA, WANITA, SENGSARA!”
Sebagian warganet menilai bahwa meski rumor asmara di lingkungan politik bukan hal baru, tetap tidak pantas bila sampai mengganggu marwah lembaga.
Menjaga Marwah Lembaga
Apakah isu ini sekadar gosip politik menjelang tahun pemilu atau memang ada pelanggaran etika di baliknya, publik kini menunggu klarifikasi resmi.
Yang jelas, masyarakat menuntut keteladanan moral dari para wakil rakyat.
Sebab, jabatan bersifat sementara — namun kehormatan dan integritas akan selalu menjadi ukuran utama kepercayaan publik.
Reporter: Lutfi

