Dugaan Penyelewengan Dana PKK dan Mangkir dari Tugas, Kades Kambangan Disorot Warga

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Batang – suaramasyarakat.com//Pemerintah Desa Kambangan, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, tengah menjadi sorotan publik. Kepala desa berinisial S diduga tidak transparan dalam pengelolaan anggaran, khususnya dana yang diperuntukkan bagi kegiatan PKK dan pendidikan PAUD di wilayahnya.

 

Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga menyebutkan bahwa sang kades sering kali mangkir dari tugas selama kurang lebih 23 hari tanpa kejelasan, sehingga pelayanan publik di tingkat desa menjadi terbengkalai.

 

Salah satu tenaga pendidik PAUD berinisial E mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap kepala desa yang dinilai abai terhadap kondisi fasilitas belajar anak-anak. “Bangunan PAUD hampir roboh, tapi tidak ada kepedulian sama sekali dari pihak desa. Kami sudah beberapa kali menyampaikan, namun tak pernah direspons,” ungkapnya.

 

Tak hanya itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pun mengaku tidak mengetahui secara pasti perihal penggunaan dan realisasi anggaran desa. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa transparansi dan akuntabilitas keuangan desa tidak berjalan sebagaimana mestinya.

 

Jika benar terjadi, dugaan ini dapat masuk dalam pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya Pasal 26 ayat (4) huruf c dan d yang menegaskan bahwa kepala desa wajib menjalankan prinsip tata pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel.

 

Selain itu, tindakan mangkir tanpa alasan jelas selama berhari-hari juga bisa melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 82 Tahun 2015, yang menyebutkan bahwa kepala desa dapat dikenai sanksi administratif hingga pemberhentian sementara bila lalai melaksanakan kewajiban.

Baca Juga :  Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi

 

Warga berharap pihak Inspektorat Kabupaten Batang dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk memeriksa kebenaran dugaan ini, demi terciptanya pemerintahan desa yang bersih dan berpihak pada masyarakat.

 

“Kami hanya ingin desa ini dikelola dengan jujur dan terbuka. Jangan sampai dana rakyat dipakai seenaknya,” tutur salah satu warga dengan nada kecewa.

Red Bayu Anggara

Dugaan Penyelewengan Dana PKK dan Mangkir dari Tugas, Kades Kambangan Disorot Warga

Batang – suaramasyarakat.com//Pemerintah Desa Kambangan, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, tengah menjadi sorotan publik. Kepala desa berinisial S diduga tidak transparan dalam pengelolaan anggaran, khususnya dana yang diperuntukkan bagi kegiatan PKK dan pendidikan PAUD di wilayahnya.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga menyebutkan bahwa sang kades sering kali mangkir dari tugas selama kurang lebih 23 hari tanpa kejelasan, sehingga pelayanan publik di tingkat desa menjadi terbengkalai.

Salah satu tenaga pendidik PAUD berinisial E mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap kepala desa yang dinilai abai terhadap kondisi fasilitas belajar anak-anak. “Bangunan PAUD hampir roboh, tapi tidak ada kepedulian sama sekali dari pihak desa. Kami sudah beberapa kali menyampaikan, namun tak pernah direspons,” ungkapnya.

Baca Juga :  Uang Nasabah Ratusan Juta Rupiah Diduga di Bawah Kabur Mantri Bank BRI Sehingga Dua Nasabah Berseteru.

Tak hanya itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pun mengaku tidak mengetahui secara pasti perihal penggunaan dan realisasi anggaran desa. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa transparansi dan akuntabilitas keuangan desa tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Jika benar terjadi, dugaan ini dapat masuk dalam pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya Pasal 26 ayat (4) huruf c dan d yang menegaskan bahwa kepala desa wajib menjalankan prinsip tata pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, tindakan mangkir tanpa alasan jelas selama berhari-hari juga bisa melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 82 Tahun 2015, yang menyebutkan bahwa kepala desa dapat dikenai sanksi administratif hingga pemberhentian sementara bila lalai melaksanakan kewajiban.

Warga berharap pihak Inspektorat Kabupaten Batang dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk memeriksa kebenaran dugaan ini, demi terciptanya pemerintahan desa yang bersih dan berpihak pada masyarakat.

“Kami hanya ingin desa ini dikelola dengan jujur dan terbuka. Jangan sampai dana rakyat dipakai seenaknya,” tutur salah satu warga dengan nada kecewa.
Red Bayu Anggara

Berita Terkait

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin
Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik
Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat
Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja
Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya
Datang Bawa Bukti dan Tiga Saksi, Kuasa Hukum Kecewa Laporan Belum Dilayani di Polresta Surakarta
Kuasa Hukum Kecewa, Pertanyakan Efektivitas Pengaduan Propam atas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim Polres Demak
Polda Jateng Gerak Cepat Terbitkan SP Gas Lidik, Usut Dugaan Penghinaan Profesi Advokat dan Premanisme di Kecamatan Bandar
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Kuasa Hukum Adukan Kabidkum Polda Kalsel ke Propam Mabes Polri, Soroti Keabsahan Administrasi Jawaban Praperadilan di Tapin

Senin, 27 Juli 2026 - 00:21 WIB

Respon Cepat Polda Jateng atas Aduan Masyarakat, Cermin Komitmen Polri dalam Menjaga Kepercayaan Publik

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:24 WIB

Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:04 WIB

Pelayanan Si Propam Polres Metro Jakarta Pusat Dipertanyakan, Pelapor Keluhkan Ruangan Terkunci saat Jam Kerja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:29 WIB

Divonis 20 Bulan Penjara, Mobil Korban Belum Kembali: Kasus Grand Livina Sisakan Tanda Tanya

Berita Terbaru