Polres Temanggung Disorot: Kasus Dugaan Penipuan Mandek, Korban Menjerit ‘Percuma Lapor Polisi!’”

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Temanggung — Kekecewaan masyarakat terhadap kinerja Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung semakin memuncak. Pasalnya, laporan dugaan tindak pidana penipuan yang diajukan oleh Abdul Aziz, warga Temanggung, sejak 26 September 2024, hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti. Laporan tersebut tercatat dengan nomor Sp.Lidik/293.a/IX/Res1.11/2024/Reskrim tertanggal 30 September 2024, namun hingga akhir Oktober 2025, terduga pelaku masih bebas dan hidup santai tanpa ada kejelasan status hukum.

Situasi ini menimbulkan rasa frustrasi dan ketidakpercayaan dari masyarakat terhadap aparat penegak hukum di tingkat daerah. Banyak warga menilai bahwa penanganan perkara di Polres Temanggung terkesan lamban, tidak transparan, dan tidak berpihak pada korban.

“Kami lapor polisi berharap keadilan, bukan diam diabaikan. Kalau seperti ini, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan sepenuhnya kepada aparat,” ujar salah satu warga yang turut mendampingi pelapor.

Lambannya proses penyelidikan ini menunjukkan indikasi rendahnya komitmen terhadap asas profesionalitas dan akuntabilitas penyidikan. Padahal, setiap laporan masyarakat adalah bentuk kepercayaan kepada institusi penegak hukum. Ketika laporan itu tidak ditindaklanjuti secara serius, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan individu pelapor, melainkan wibawa hukum secara keseluruhan.

Baca Juga :  Satreskrim Unit II Polres Batang Laksanakan Kegiatan Ketahanan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok

Publik menilai, Satreskrim Polres Temanggung gagal menjalankan prinsip dasar “Cepat, Tepat, dan Profesional” sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 7 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Selain itu, Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana, Pasal 17 dan 18, mengharuskan penyidik memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada pelapor secara berkala — namun hingga kini pelapor mengaku belum menerima informasi yang jelas terkait progres kasusnya.

Kondisi ini juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang menjamin hak masyarakat atas pelayanan hukum yang transparan, cepat, dan akuntabel.

Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?

Fenomena seperti ini kembali menghidupkan sindiran klasik bahwa hukum di negeri ini “tajam ke bawah, tumpul ke atas.”
Jika pelapor adalah masyarakat kecil, kasusnya cenderung berjalan di tempat. Namun bila yang dirugikan adalah pihak berpengaruh, penyidik bisa bergerak secepat kilat.

Baca Juga :  Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Djatmiko Ditetapkan Tersangka, Berikut Penjelasannya

Keadilan tidak boleh bergantung pada status sosial atau besar kecilnya perkara. Setiap laporan adalah panggilan moral bagi aparat penegak hukum untuk membuktikan bahwa mereka bekerja demi hukum, bukan demi kepentingan tertentu.

Desakan dan Seruan Publik
1. Kapolres Temanggung diminta segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik terkait penanganan kasus ini.
2. Kasat Reskrim Polres Temanggung perlu melakukan evaluasi internal terhadap tim penyidik agar proses hukum berjalan sesuai koridor.
3. Polda Jawa Tengah diharapkan turun tangan melakukan supervisi dan pengawasan langsung.
4. Bila tidak ada kemajuan, masyarakat berhak mengajukan pengaduan ke Divisi Propam Polri atas dugaan kelalaian dalam proses penyidikan.

Keadilan tidak boleh berhenti di meja penyidik.
Ketika pelapor seperti Abdul Aziz berani melapor, ia sebenarnya sedang mempertaruhkan kepercayaannya pada negara. Jika laporan seperti ini diabaikan, maka Polres Temanggung bukan hanya mengabaikan satu perkara, tapi juga mengabaikan kepercayaan rakyat terhadap institusi kepolisian. Red Bayu Anggara

Berita Terkait

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina
Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah
BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional
Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim
PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN
REKAMAN PEMERIKSAAN JADI TARUHAN: KUASA HUKUM TANTANG POLRES TAPIN BUKA VIDEO PEMERIKSAAN TERSANGKA
Di Balik Pengungkapan Kasus Minyak Goreng, Polres Tapin Dihantam Dugaan Penyiksaan; Kuasa Hukum: “Kami Akan Lawan Sampai Tuntas
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina

Jumat, 18 September 2026 - 22:57 WIB

Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim

Berita Terbaru