PALEMBANG | suaramasyarakat.com — Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), menggelar kuliah umum bertema “Transformasi Digital dalam Pelayanan Publik” pada mata kuliah E-Government, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung K.H. Faqih Usman Lantai 7, Universitas Muhammadiyah Palembang, menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kota Palembang. Kuliah umum ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Wakil Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Palembang, Muhammad Fahmi, S.E., M.Si., mengatakan kuliah umum merupakan agenda rutin program studi untuk menghubungkan teori yang dipelajari mahasiswa di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia kerja.
Menurut Fahmi, mahasiswa tidak hanya perlu memahami konsep akademik, tetapi juga harus mengetahui bagaimana ilmu akuntansi dan teknologi informasi diterapkan di lingkungan pemerintahan maupun sektor swasta.
“Melalui kuliah umum ini, kami ingin mempertemukan ilmu yang diperoleh mahasiswa di kampus dengan praktik yang diterapkan di lapangan. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami bagaimana ilmu akuntansi dan teknologi informasi digunakan dalam mendukung pekerjaan profesional,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara Program Studi Akuntansi UMP dan Pemerintah Kota Palembang, terutama dalam pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi digital.
Fahmi juga menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah penting untuk memberikan pemahaman terkini kepada mahasiswa mengenai inovasi digital, sistem administrasi, serta berbagai bentuk pelayanan publik berbasis teknologi.
Sementara itu, Ketua Program Studi Akuntansi UMP, Aprianto, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa transformasi digital telah mengubah pola pelayanan pemerintahan. Pemanfaatan teknologi informasi memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan secara lebih mudah, cepat, dan efisien.
Ia mencontohkan layanan pembayaran pajak, penyampaian pengaduan masyarakat, serta pengurusan administrasi yang kini dapat dilakukan melalui aplikasi digital maupun layanan perbankan elektronik tanpa harus selalu mendatangi kantor pemerintahan.
Menurut Aprianto, pemerintah perlu terus menyosialisasikan berbagai inovasi dan aplikasi pelayanan digital agar masyarakat memahami serta dapat memanfaatkannya secara optimal.
“Pemerintah perlu terus menyosialisasikan perkembangan teknologi informasi dan aplikasi pelayanan yang dimiliki agar masyarakat semakin memahami serta memanfaatkannya. Dengan begitu, pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien,” ujarnya.
Aprianto berharap kuliah umum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan akademik rutin, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama berkelanjutan antara Program Studi Akuntansi UMP dan Pemerintah Kota Palembang.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami penerapan E-Government dalam mendukung administrasi pemerintahan, meningkatkan akuntabilitas, serta mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan mudah diakses.
Kuliah umum tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenali tantangan dan peluang transformasi digital di sektor pemerintahan. Pemahaman ini dinilai penting agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dengan memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah, Universitas Muhammadiyah Palembang diharapkan terus mencetak lulusan yang berdaya saing serta siap berkontribusi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang modern dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.






