MASIH PANTASKAH “ NELAYAN SEJAHTERA, NEGARA KUAT ”, SEBAGAI MOTTO HIMPUNAN NELAYAN SELURUH INDONESIA (HNSI), DIGAUNGKAN..?

- Redaksi

Selasa, 21 Januari 2025 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, SuaraMasyarakat.Com — Saat pertanyaan diatas dilontarkan kepada salah satu Pengurus DPP HNSI (AWS), maka langsung dijawab “HARUS”, namun ada penjelasan dan penjabarannya, begini katanya :

“HNSI seyogianya adalah Mitra Pemerintah dalam Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan, termasuk nelayan kecil kita dengan berbagai kompleksitas masalahnya, apalagi saat ini Pemerintah memiliki 17 Program Prioritas, salah satunya adalah Swasembada Pangan, Energi dan Air. Sudah tentu HNSI harus mengambil peran dalam rangka Ketahanan Pangan melalui Pengembangan Sektor Perikanan dan Kelautan.

Baca Juga :  Tetap Membantah Lewat Telepon, Oknum Reskrim Polsek Wonopringgo HA Terpojok Bukti Chat dan Transfer Uang

Tapi kenyataannya, sejak Pasca Munas ke VIII HNSI (November 2023) di Bali, sampai saat ini, belum ada Program yang dijalankan dan memberi dampak (Impact) yang signifikan terutama dalam Pemberdayaan (Empowering) terhadap Nelayan diberbagai wilayah.

Hal ini terjadi karena saat ini ada 2 (Dua) Kubu DPP HNSI, walaupun secara Hukum (de yure) adalah DPP HNSI dibawah Ketum Herman Herry, namun secara fakta real (de facto), ada juga DPP HNSI dengan Ketum Sumarjono. Kedua kubu ini memiliki Struktur dari DPP, DPD dan DPC, akibatnya terjadi ajang kompetitif yg tidak sehat, akibatnya Pemerintah Daerah bingung, apalagi Nelayan.

Baca Juga :  Pengadilan Agama Ungkap Puluhan Istri di Batang Gugat Cerai Suami Gara2 Judi Online

Ditambahkan oleh AWS, bahwa situasi HNSI saat ini harus diperbaiki tentunya melalui prosedur yang benar sebagaimana diatur dalam AD?ART HNSI, yaitu segera diadakan Munaslub HNSI. Demikian penjelasan AWS.

Penulis : Max

Editor : Rvl

Berita Terkait

Kuasa Hukum Angkat Kasus ke Disnaker, Gaji Karyawan yang Diduga Ditahan Langsung Cair
Diduga Sengaja Tahan Gaji, Kuasa Hukum Seret Oknum Manajemen PT Jayamas Medica Industri Tbk Batang ke Ranah Hukum”
Respon Cepat Polsek Bojong Tangani Penemuan Jasad Lansia Tercebur Sumur di Desa Ketitang Lor
Bhayangkari Polres Serang Tebar Kebaikan Ramadan di Jalan Cisait–Nambo, Warga Antusias
Bawa Nama Institusi untuk Yakinkan Korban, Oknum Anggota Polsek Bodeh Diduga Tak Bayar Proyek
Oknum Polisi di Polsek Bodeh Diduga Manfaatkan Fasilitas Institusi untuk Kepentingan Bisnis Pribadi”
Difitnah Sebagai “Sarang Debt Collector”, PT Manunggal Jaya Mandiri Pekalongan Siap Gugat Penyebar Hoaks
LSPN Soroti Dugaan Alih Fungsi Lahan dan Praktik PTSL oleh PT Berkat Putih Abadi di Brebes
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:32 WIB

Kuasa Hukum Angkat Kasus ke Disnaker, Gaji Karyawan yang Diduga Ditahan Langsung Cair

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:59 WIB

Diduga Sengaja Tahan Gaji, Kuasa Hukum Seret Oknum Manajemen PT Jayamas Medica Industri Tbk Batang ke Ranah Hukum”

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:38 WIB

Respon Cepat Polsek Bojong Tangani Penemuan Jasad Lansia Tercebur Sumur di Desa Ketitang Lor

Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:01 WIB

Bhayangkari Polres Serang Tebar Kebaikan Ramadan di Jalan Cisait–Nambo, Warga Antusias

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:45 WIB

Bawa Nama Institusi untuk Yakinkan Korban, Oknum Anggota Polsek Bodeh Diduga Tak Bayar Proyek

Berita Terbaru