Pati, Jawa Tengah, suaramasyarakat.com. //Di tengah-tengah berita tentang pembangunan yang asal dan kurang transparan di beberapa desa, ada satu desa yang patut diapresiasi. Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, memiliki Kades yang sangat peduli dengan pembangunan di desanya. Masyarakat luas menyebutnya Kades Hoho Alkaf, bertato, namun memiliki hati yang besar untuk lingkungannya.
Kades Hoho Alkaf membuktikan bahwa penampilan tidak selalu mencerminkan karakter seseorang. Ia sangat peduli dengan masyarakatnya dan selalu berusaha meningkatkan kualitas hidup mereka. Ini berbanding terbalik dengan situasi di Desa Dengkek, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, yang pembangunannya masih jauh dari harapan dan kurang transparan kepada publik.
Namun, di Desa Dengkek ada salah satu perangkat desa yang sangat disukai masyarakat, yaitu Nesya Wintia, atau yang sering di panggil Mbak Ica. Mbak Ica adalah seorang Sekdes yang berkulit bersih dan paras yang cantik. Ia tidak segan-segan turun langsung dalam setiap kegiatan masyarakat dan juga selalu berusaha membantu masyarakat.
Mbak Ica membuktikan bahwa seorang wanita dapat memiliki peran penting dalam membangun desa. Ini terlihat (11/1/2026) saat warga mengadakan iuran swadaya untuk melaksanakan kerjabakti menghilangkan lumpur sisa banjir yang mengendap dijalanan.
Meski wanita, Mbak Ica tak segan segan untuk turut membantu ditengah tengah masyarakat.
Mbak Ica terlihat tertatih-tatih saat membersihkan lumpur sisa luapan sungai yang ada di jalan di Desa Dengkek, bersama anggota Koramil, Babinsa, Babinkabtimas, dan warga Desa Dengkek.
Apa daya tenaga seorang wanita, tentu dalam pekerjaan itu tidak begitu berarti. Tapi keikutsertaan dan semangat Mbak Ica itulah yang membuat masyarakat bersemangat. Ia menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk ikut serta dalam membangun desa untuk menjadi lebih baik.
Mbak Ica dan Kades Hoho Alkaf adalah contoh nyata bahwa pembangunan desa dapat dilakukan dengan cara yang berbeda. Mereka membuktikan bahwa dengan semangat, kerja keras, dan transparansi kepada masyarakat pembangunan desa dapat menjadi lebih baik. B Sant.
Banjarnegara Ada Kades Hoho, Pati Juga Punya Sekdes Ica
Pati, Jawa Tengah, suaramasyarakat.com. Di tengah-tengah berita tentang pembangunan yang asal dan kurang transparan di beberapa desa, ada satu desa yang patut diapresiasi. Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, memiliki Kades yang sangat peduli dengan pembangunan di desanya. Masyarakat luas menyebutnya Kades Hoho Alkaf, bertato, namun memiliki hati yang besar untuk lingkungannya.
Kades Hoho Alkaf membuktikan bahwa penampilan tidak selalu mencerminkan karakter seseorang. Ia sangat peduli dengan masyarakatnya dan selalu berusaha meningkatkan kualitas hidup mereka. Ini berbanding terbalik dengan situasi di Desa Dengkek, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, yang pembangunannya masih jauh dari harapan dan kurang transparan kepada publik.
Namun, di Desa Dengkek ada salah satu perangkat desa yang sangat disukai masyarakat, yaitu Nesya Wintia, atau yang sering di panggil Mbak Ica. Mbak Ica adalah seorang Sekdes yang berkulit bersih dan paras yang cantik. Ia tidak segan-segan turun langsung dalam setiap kegiatan masyarakat dan juga selalu berusaha membantu masyarakat.
Mbak Ica membuktikan bahwa seorang wanita dapat memiliki peran penting dalam membangun desa. Ini terlihat (11/1/2026) saat warga mengadakan iuran swadaya untuk melaksanakan kerjabakti menghilangkan lumpur sisa banjir yang mengendap dijalanan.
Meski wanita, Mbak Ica tak segan segan untuk turut membantu ditengah tengah masyarakat.
Mbak Ica terlihat tertatih-tatih saat membersihkan lumpur sisa luapan sungai yang ada di jalan di Desa Dengkek, bersama anggota Koramil, Babinsa, Babinkabtimas, dan warga Desa Dengkek.
Apa daya tenaga seorang wanita, tentu dalam pekerjaan itu tidak begitu berarti. Tapi keikutsertaan dan semangat Mbak Ica itulah yang membuat masyarakat bersemangat. Ia menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk ikut serta dalam membangun desa untuk menjadi lebih baik.
- Mbak Ica dan Kades Hoho Alkaf adalah contoh nyata bahwa pembangunan desa dapat dilakukan dengan cara yang berbeda. Mereka membuktikan bahwa dengan semangat, kerja keras, dan transparansi kepada masyarakat pembangunan desa dapat menjadi lebih baik. B Sant.

