Hilang Lima Hari, Kakek 74 Tahun Ditemukan Meninggal di Perkebunan Sawo, Polsek Pagimana Bersama Basarnas Lakukan Evakuasi

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM//BANGGAI — Seorang pria lanjut usia yang dilaporkan hilang selama lima hari akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Perkebunan Sawo, Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.
Korban diketahui bernama Sail Tulong (74). Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Denggo (50) yang saat itu ikut melakukan pencarian lanjutan. Saksi mencurigai adanya sesosok tubuh tergeletak di tanah setelah mencium aroma tidak sedap dari arah perkebunan.
Kapolsek Pagimana AKP Laata menjelaskan, lokasi penemuan berada di medan yang cukup curam dan sulit dijangkau. Jarak dari permukiman warga diperkirakan sekitar 20 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih 3,5 jam berjalan kaki.
“Korban ditemukan di area perkebunan dengan kondisi medan terjal. Proses menuju lokasi cukup sulit karena jaraknya jauh dari perkampungan,” ujar AKP Laata.
Ia menambahkan, korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri namun belum membuahkan hasil.
“Setelah menerima laporan resmi pada Rabu (31/12/2025), kami bersama Basarnas, keluarga, dan masyarakat langsung melakukan pencarian gabungan,” jelasnya.
Setelah mendapat laporan dari saksi terkait penemuan jenazah, tim gabungan Polsek Pagimana dan Basarnas segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
“Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan, ditandai dengan kondisi jenazah yang sudah mengeluarkan aroma menyengat,” ungkap Kapolsek.
Pihak keluarga korban telah memastikan identitas jenazah dan menyatakan menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap korban.
Sekitar pukul 15.00 Wita, jenazah korban dibawa dan disemayamkan di rumah duka di Desa Pisou, Kecamatan Pagimana.

Baca Juga :  JANJI MANIS JADI AMIS! Jalanan Sidosari Mirip Kubangan Kerbau, Netizen: "Mending Tumbas Gedang!"

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Berita Terbaru