Pegawai Rutan Akui Kesalahan dan Minta Maaf, Bukti Dugaan Penganiayaan Tahanan Perempuan di Rutan Kebumen Menguat

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM/Kebumen — Dugaan penganiayaan terhadap seorang tahanan perempuan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen semakin menguat. Dalam perkembangan terbaru, terduga oknum pegawai rutan yang dilaporkan dalam kasus tersebut disebut telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga.

 

Permintaan maaf tersebut dinilai memperkuat dugaan bahwa insiden kekerasan terhadap korban berinisial DW memang terjadi di dalam lingkungan rutan. Terlebih, pihak keluarga korban menyatakan bahwa sejumlah bukti kejadian telah dikantongi, mulai dari keterangan korban, kondisi luka yang dialami, hingga dokumen pendukung lainnya yang telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.

 

Kasus ini sebelumnya telah dilaporkan secara resmi ke Polres Kebumen dengan nomor pengaduan Rekom/568/XII/SPKT, serta diadukan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah. Dugaan penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh seorang oknum pegawai rutan berinisial DI, dengan cara pemukulan dan tendangan terhadap korban yang saat itu berstatus sebagai tahanan aktif.

Baca Juga :  Diduga Tidak Profesional, Satreskrim Unit I dan II Polres Pekalongan Kabupaten Disorot Kuasa Hukum Muslimin

 

Keluarga korban mengungkapkan bahwa pasca mencuatnya kasus ini, beberapa pejabat dan pegawai rutan mendatangi pihak keluarga dengan maksud menyampaikan permohonan maaf dan mengupayakan penyelesaian secara damai. Meski demikian, keluarga menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut tidak serta-merta menghapus peristiwa hukum yang telah terjadi.

 

“Permintaan maaf kami terima secara kemanusiaan, tetapi proses hukum harus tetap berjalan. Bukti-bukti kejadian ada, dan ini menyangkut keselamatan serta hak-hak tahanan,” ujar perwakilan keluarga korban.

 

Sikap tegas keluarga tersebut menegaskan bahwa kasus ini tidak dapat dipandang sebagai persoalan pribadi semata. Dugaan kekerasan yang terjadi di dalam institusi negara, terlebih terhadap tahanan perempuan, dinilai sebagai pelanggaran serius yang harus diusut secara transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Dugaan Penculikan Disertai Pengeroyokan Dilaporkan ke Polsek Bandar, Korban Apresiasi Gerak Cepat Polisi

 

Selain dugaan penganiayaan, kasus ini juga disertai indikasi praktik pungutan liar di lingkungan rutan, yang diperkuat dengan adanya bukti transfer dana yang diduga mengarah kepada oknum pegawai. Hal ini semakin menambah sorotan publik terhadap tata kelola dan pengawasan internal Rutan Kelas IIB Kebumen.

 

Publik kini menanti langkah tegas aparat kepolisian dan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah untuk menuntaskan perkara ini. Penegakan hukum yang konsisten dinilai penting agar permintaan maaf tidak dijadikan jalan pintas untuk menghindari pertanggungjawaban, serta menjadi peringatan keras agar praktik kekerasan dan penyalahgunaan wewenang tidak lagi terjadi di balik tembok rutan.

Red – Bayu Anggara

Berita Terkait

Tri Septa BA, SH Sikapi Pernyataan Wakapolres dan Wabup Buol Terkait Dugaan PETI di Paleleh Barat
Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim
Kapolres Tapin Dilaporkan ke Propam Mabes Polri, Kuasa Hukum Kodirin Soroti Pernyataan soal Produk Regulator SNI
PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN
Bawa Sertifikat SNI, Kuasa Hukum Siap Ungkap Fakta di Balik Pernyataan Polres Tapin soal Selang LPG
Di Balik Pengungkapan Kasus Minyak Goreng, Polres Tapin Dihantam Dugaan Penyiksaan; Kuasa Hukum: “Kami Akan Lawan Sampai Tuntas
Kuasa Hukum Tantang Oknum Dinas Sosial di PPS Wanodyatama Surakarta: Negara Hukum Tidak Tunduk pada Tafsir Pejabat
FPRM Minta Pembunuh PMI Warga Aceh di Sepang, Selangor, Malaysia Dihukum Berat
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Tri Septa BA, SH Sikapi Pernyataan Wakapolres dan Wabup Buol Terkait Dugaan PETI di Paleleh Barat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Kapolres Tapin Dilaporkan ke Propam Mabes Polri, Kuasa Hukum Kodirin Soroti Pernyataan soal Produk Regulator SNI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Bawa Sertifikat SNI, Kuasa Hukum Siap Ungkap Fakta di Balik Pernyataan Polres Tapin soal Selang LPG

Berita Terbaru