PEKALONGAN – Situasi banjir di wilayah Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan kian memprihatinkan pada Sabtu sore (7/2/2026). Di Perumahan Wira Baru 1, Kelurahan Pekuncen, ketinggian air terpantau mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai setinggi paha orang dewasa.
Merespons kondisi darurat tersebut, Danramil 10/Wiradesa, Kapten Cpl. Nur Efendi, bersama sejumlah anggota TNI turun langsung ke lokasi untuk melaksanakan evakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. Fokus evakuasi diarahkan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang sedang sakit untuk dipindahkan ke titik pengungsian yang lebih aman.
Kondisi banjir hari ini merupakan akumulasi dari tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang diperparah dengan buruknya drainase serta kondisi geografis wilayah hilir.
Selain Perumahan Wira Baru, wilayah Kelurahan Pekuncen secara umum masih terendam. Pengungsi kini tersebar di beberapa titik, termasuk Gedung Kopindo dan Masjid At-Taqwa Al-Bayan.
Di Wonokerto, wilayah Pesanggrahan Wonokerto juga dilaporkan terendam dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Aktivitas warga lumpuh total dan akses logistik mulai terhambat.
Kondisi Pengungsi dan Masalah Kesehatan
Hingga sore ini, jumlah pengungsi di wilayah Kabupaten Pekalongan mencapai lebih dari 1.700 jiwa. Di titik pengungsian Gedung Kopindo saja, tercatat ada sekitar 280 pengungsi yang sudah bertahan selama tiga pekan.
Laporan terbaru dari lapangan menunjukkan bahwa para pengungsi mulai terserang berbagai penyakit, antara lain:
Diare: Akibat minimnya fasilitas sanitasi (hanya tersedia satu toilet untuk ratusan orang di Kopindo).
ISPA & Pusing: Banyak dikeluhkan oleh anak-anak dan lansia.
Gatal-gatal: Akibat kontak langsung dengan air banjir dalam waktu lama.
Kebutuhan Mendesak Pengungsi
Berdasarkan update dari warga dan relawan di lapangan, kebutuhan yang sangat mendesak saat ini meliputi:
Logistik Makanan: Bahan makanan siap saji, beras, dan susu anak karena dapur warga terendam.
Kesehatan: Obat-obatan dasar (obat diare, pusing, salep kulit) serta multivitamin untuk pengungsi dan relawan.
Sandang: Pakaian ganti yang kering dan bersih serta selimut.
Sanitasi: Penambahan toilet portabel dan pasokan air bersih.
Tim gabungan dari BPBD, TNI (Koramil Wiradesa), Polri, serta relawan dari Lazismu dan Klinik Pratama Aisyiyah Wiradesa terus bersiaga untuk mendistribusikan bantuan medis dan logistik guna meringankan beban warga terdampak.






