Satreskrim Unit I Polres Batang Sibuk Tahan Mobil, Pelaku Penggelapan Dibiarkan Bebas Berkeliaran!”

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMASYARAKAT.COM.//Batang, 14 Oktober 2025 – Kritik keras dialamatkan kepada Unit I Satreskrim Polres Batang terkait penanganan laporan polisi dengan nomor: LP/B/66/IX/2025/SPKT/POLRES BATANG/POLDA JAWA TENGAH. Publik menilai penyidikan kasus dugaan penggelapan dan penadahan kendaraan roda empat ini salah arah dan sarat kejanggalan.

 

Barang bukti berupa 1 unit kendaraan bermotor jenis Honda Brio warna abu-abu metalik dengan nomor polisi G 1901 YC tahun 2023 telah diamankan oleh pihak kepolisian. Namun, penyidik justru terlihat bernafsu mengamankan barang bukti dan memburu terduga penadah, sementara pelaku utama penggelapan kendaraan hingga kini tidak ditangkap dan seakan diabaikan.

 

“Ini penyidikan model apa? Barang bukti sudah di tangan, tapi pelaku penggelapan justru tidak disentuh. Penadah dikejar, bahkan nyaris dipaksa dijadikan tersangka. Ada apa dengan Satreskrim Unit I Polres Batang?” kecam Pimpinan Umum Aktivis Suara Masyarakat, dalam konferensi pers yang digelar di Batang.

 

Ia menegaskan bahwa pelaku utama penggelapan justru merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam peristiwa pidana ini, dan bukan pihak yang belakangan menerima kendaraan dalam kondisi tak mengetahui asal-usulnya.

Baca Juga :  Warga Desa Cicapar Geruduk Kantor Desa, Tuntut Kepala Desa Mundur

 

 

 

Dasar Hukum yang Diabaikan:

1. Pasal 372 KUHP – Penggelapan

→ Pelaku utama seharusnya ditindak terlebih dahulu karena merupakan aktor awal dari peristiwa pidana.

2. Pasal 480 KUHP – Penadahan

→ Harus ada unsur kesengajaan dan pengetahuan tentang asal-usul barang. Tidak semua penerima barang otomatis bisa disebut penadah.

3. PERKAP No. 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana:

• Pasal 2 ayat (2): Penyidik wajib profesional dan objektif.

• Pasal 10 ayat (3): Klarifikasi dan pemetaan peran tiap pihak wajib dilakukan secara proporsional.

 

 

 

Sorotan Tajam ke Penyidik:

 

Alih-alih mengejar pelaku utama, Unit I Satreskrim justru terlihat mengincar penadah dan menahan barang bukti secepat mungkin, seolah itu menjadi prioritas utama. Padahal, dalam perspektif hukum pidana, keberhasilan penyidikan tidak hanya diukur dari jumlah barang bukti, tapi dari seberapa tepat sasaran penegakan hukumnya.

Baca Juga :  Polres Sigi Tetapkan Pria di Desa Karunia sebagai Tersangka Kasus Sabu, 16 Paket Diamankan

 

“Kita khawatir ada upaya menutup-nutupi pelaku utama atau sekadar cari penyelesaian cepat. Ini berbahaya bagi keadilan. Jangan jadikan hukum alat tekanan terhadap pihak yang lemah,” tambah aktivis tersebut.

 

 

 

Tuntutan Publik:

1. Evaluasi menyeluruh atas kinerja Unit I Satreskrim Polres Batang.

2. Tindak lanjut serius terhadap pelaku utama penggelapan.

3. Hentikan kriminalisasi terhadap pihak yang belum terbukti bersalah.

4. Pastikan penyidikan berjalan adil, objektif, dan profesional.

 

 

Jika hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas, kepercayaan publik pada aparat penegak hukum akan terus tergerus. Satreskrim Unit I Polres Batang kini berada di bawah sorotan tajam, dan publik menunggu langkah korektif — bukan pencitraan, tapi keadilan yang sesungguhnya.

Red – tri SEPTA

Berita Terkait

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina
Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah
BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional
Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim
PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN
REKAMAN PEMERIKSAAN JADI TARUHAN: KUASA HUKUM TANTANG POLRES TAPIN BUKA VIDEO PEMERIKSAAN TERSANGKA
Di Balik Pengungkapan Kasus Minyak Goreng, Polres Tapin Dihantam Dugaan Penyiksaan; Kuasa Hukum: “Kami Akan Lawan Sampai Tuntas
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina

Jumat, 18 September 2026 - 22:57 WIB

Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim

Berita Terbaru