“Ribuan Petugas Irigasi Jawa Tengah Gelar Aksi Damai, Tuntut Kejelasan Status dan Jaminan Sosial”

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

suaramasyarakat.com.//Semarang, Jawa Tengah, Ribuan petugas irigasi dari enam balai di Jawa Tengah melakukan aksi damai. Diantaranya : Balai Seluna, Balai Bodrikuto, Balai Bengawan Solo, Balai Serayu Citandui, Balai Probolo, dan Pemali Comal. Aksi ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Tengah ke -80.

 

Petugas Irigasi menuntut haknya untuk mendapatkan kejelasan status dan bisa masuk dalam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka merasa bahwa telah bekerja puluhan tahun dan telah terdaftar dalam data base Badan Kepegawaian Negara (BKN), namun tidak bisa mengikuti test karena kurangnya persyaratan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

Baca Juga :  Polres Pidie Jaya Gelar Rakor Lintas Sektoral, Siap Amankan Pilchiksung 2025 di 81 Gampong

 

Ketua YLBH PETIR, Zainal Abidin, mengatakan bahwa, ” ribuan petugas penjaga pintu air ini telah bekerja puluhan tahun untuk mengatur air supaya masyarakat bisa panen tepat pada musimnya. Namun, mereka merasa bahwa haknya tidak dihargai dan tidak bisa mengikuti test karena kesalahan bukan dari mereka sendiri. Mereka tak mendapatkan SPTJM di karenakan Balai PSDA sengaja tidak memberikannya “, jelasnya

 

Koordinator aksi, Muhammad Chundori, menambahkan bahwa, ” Petugas Irigasi telah bekerja secara maksimal,bahkan harus mengeluarkan biaya sendiri jika terjadi kecelakaan kerja,Sehingga perlu kiranya Pemerintah hadir untuk memberikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dan juga Jaminan Kesehatan .

Baca Juga :  DR. C. M. Firdaus Oiwobo: Sosok Visiorner Dibalik Lahirnya Organisasi Advokat PEMBASMI

 

Dalam aksi damai ini, Para Petugas Irigasi memaksa untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Namun, karena Gubernur sedang ada acara lain, Sekda Jateng Sumarno menemui petugas irigasi sebagai gantinya.

 

Hasil pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengakomodir untuk mengajukan sebanyak 2640 Petugas Irigasi menjadi PPPK Sesuai dengan Undang-undang No.20 tahun 2023. Chundori juga berharap bertepatan dengan Ulang Tahun Jawa Tengah yang Ke-80 ini apa yang menjadi harapan semua rekan Forum Komunikasi Petugas Irigasi (FKPI) dapat terwujud. “, pungkasnya.

 

 

 

Rskyat Bersuara

Sts

Berita Terkait

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi
Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa
Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum
Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi
Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman Tinjau Pengaspalan Jalan Kertoharjo–Karangdadap
Personel Polsek Idi Rayeuk Bantu Evakuasi Warga Peudawa Puntong Yang Meninggal di Pasar Idi
Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Kapolsek Julok Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 21:35 WIB

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi

Minggu, 5 April 2026 - 00:38 WIB

Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa

Sabtu, 4 April 2026 - 13:30 WIB

Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 08:12 WIB

Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi

Senin, 16 Maret 2026 - 07:45 WIB

Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi

Berita Terbaru