Puluhan Siswa SMA di Moilong Diduga Keracunan Usai Santap Program Makan Bergizi Gratis

- Redaksi

Senin, 13 Oktober 2025 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM//Banggai, Sulawesi Tengah — Suasana panik melanda SMA Negeri 1 Moilong, Kabupaten Banggai, Sabtu siang (11/10/2025), setelah puluhan siswi tiba-tiba jatuh sakit usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Video kejadian pertama kali diunggah oleh Feni Zool di Facebook dengan caption singkat, “Beken takut ehhh”, sekitar satu jam sebelum berita ini ditulis. Dalam video berdurasi pendek itu terlihat sejumlah siswi berseragam pramuka terbaring lemas di ruang kelas yang dialihfungsikan menjadi ruang kesehatan darurat. Beberapa menerima infus seadanya, sementara guru, orang tua, dan tenaga medis tampak sibuk memberi pertolongan.

Baca Juga :  Hujan Deras Sebabkan Banjir Setinggi Lutut di Desa Tengeng, Sejumlah Rumah Warga Tergenang.

Puluhan siswa kemudian dilarikan ke Puskesmas Toili I di Kecamatan Moilong untuk mendapat perawatan. Karena jumlah pasien yang tiba-tiba membludak, sebagian siswa dirawat di teras puskesmas. Petugas medis bekerja cepat menangani gejala keracunan seperti mual, muntah, dan sakit perut.

Hingga siang ini, para siswa masih dalam perawatan intensif. Pihak sekolah dan dinas kesehatan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab dugaan keracunan massal tersebut. Tim kepolisian bersama petugas kesehatan dikabarkan telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab pastinya.

Unggahan video ini cepat viral dan menuai banyak komentar warganet.
Musdalifa Nasrum menulis, “Astaghfirullahalazim, semoga cepat membaik.”
Masjidin Jidin menambahkan, “Mohon diperjelas ini, SMA-nya supaya tidak simpang-siur.”
Komentarnya dijawab oleh Sundari Djamari, “SMA 1 Moilong kayaknya.”
Sementara Ria Titong berkomentar, “Ya Allah, semoga cepat membaik dan tidak bertambah lagi korbannya.”

Baca Juga :  Sekda Sumsel Turut Diwisuda, Unsri Kukuhkan 899 Alumni pada Wisuda ke-180

Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pelaksana program makan bergizi agar lebih memperhatikan kualitas dan keamanan makanan. Niat baik untuk menyehatkan siswa seharusnya tidak menimbulkan risiko baru bagi mereka yang sedang menuntut ilmu.sumber sisi Sulteng
Pewarta Yudha

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Kamis, 3 September 2026 - 15:24 WIB

Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat

Berita Terbaru