Operasi Zebra Berakhir, Polres Sigi Catat 1.494 Teguran Pelanggaran

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARAMASYARAKAT.COM//SIGI – Pelaksanaan Operasi Zebra Tinombala 2025 selama 14 hari di wilayah hukum Polres Sigi berakhir dengan catatan 1.494 teguran pelanggaran lalu lintas. Teguran diberikan kepada pengendara roda dua maupun roda empat sebagai langkah meningkatkan kepatuhan berlalu lintas dan menekan potensi kecelakaan di Kabupaten Sigi.

 

Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Moh. Devan N. Habie, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa mayoritas pelanggar adalah pengendara sepeda motor. Dari total 1.494 teguran, 931 diberikan kepada pengendara roda dua dan 563 kepada pengendara roda empat.

 

“Data ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pengguna jalan masih perlu ditingkatkan. Dengan pendekatan edukatif dan humanis, kami terus mendorong masyarakat agar lebih sadar dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” ujar AKP Devan, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga :  Kapospolsubsektor Lokop: Tidak Ditemukan Titik Terang, Pencarian Sabardi Dihentikan

 

Untuk pelanggaran roda dua, jenis pelanggaran terbanyak meliputi: tidak menggunakan helm 510 pelanggar, menggunakan telepon genggam 53 pelanggar, berkendara di bawah umur 123 pelanggar, berboncengan lebih dari satu 66 pelanggar, penggunaan knalpot bising 86 pelanggar, penggunaan strobo atau sirene 15 pelanggar, serta penggunaan pelat nomor 78 pelanggar.

 

Adapun pelanggaran roda empat didominasi oleh pengemudi yang tidak menggunakan sabuk keselamatan sebanyak 507 pelanggar, menggunakan telepon genggam 22 pelanggar, berkendara di bawah umur 15 pelanggar, dan penggunaan pelat nomor 19 pelanggar.

Baca Juga :  "Ribuan Petugas Irigasi Jawa Tengah Gelar Aksi Damai, Tuntut Kejelasan Status dan Jaminan Sosial"

 

Selama periode Operasi Zebra Tinombala 2025, tercatat dua kasus kecelakaan lalu lintas. Jumlah ini menurun 33 persen dibanding tahun 2024 sebanyak 3 kasus.

 

“Penurunan angka kecelakaan ini menunjukkan adanya dampak positif dari upaya preventif yang dilakukan,” tegas AKP Devan.

 

Ia menambahkan bahwa Operasi Zebra Tinombala 2025 juga bertujuan memperkuat cipta kondisi kamtibmas dan kamseltibcar lantas menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

 

“Harapan kami, dengan meningkatnya kedisiplinan masyarakat, situasi lalu lintas menjelang Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Kamis, 3 September 2026 - 15:24 WIB

Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat

Berita Terbaru