Ketua DPD Rampas Aceh Utara Menilai Kurang Logis Bobby Dalam Mengambil Sikapnya

- Redaksi

Selasa, 30 September 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — SuaraMasyarakat.com //
Gubernur Sumatra Utara (Sumut) kembali membuat pernyataan dapat menyinggung dan merenggang hubungan antara Rakyat Aceh dan Sumatera Utara.

Setelah kisruh dalam beberapa bulan lalu terkait mengklaim sepihak kedudukan empat pulau, kini Bobby Nasution kembali mengusik Aceh dengan melarang kendaraan antar provinsi plat (BL) beroperasi di Sumut.

Ketua DPD Rampas 08 Setia Berdaulat Aceh Utara Muhammad Jakfar mengkritik kebijakan Bobby terhadap Rakyat Aceh, kejadian ini bukan sekadar blunder, melainkan upaya dilakukan ini membuat renggang perputaran ekonomi logistik terhadap Aceh.

Sebetulnya persoalan ini bukan persoalan kecil bagi kami Masyarakat Aceh. Apalagi menyangkut marwah Aceh yang seolah Rakyat Aceh Pembuat onar atau menciptakan rasa tidak aman.

Seharusnya Bobby mengerti dan memahami tentang Aceh, kini Aceh telah sepakat dengan Indonesia menjaga keamanan bersama di NKRI ini. Apalagi beberapa bulan lalu telang menjadi momentum 2 Dekade Hari Damai Aceh (HDA).

Baca Juga :  Massa PPAMI Desak Pecat Oknum JPU Kejari Palembang, Diduga Rekayasa Kasus Penganiayaan

Pernyataan seperti ini Bobby telah menciptakan stigma buruk terhadap Aceh dan Sumatra Utara hanya karena ego politik” Katanya Muhammad Jakfar

Muhammad Jakfar menilai kebijakan ini diskriminatif dan mencederai hubungan baik antar Provinsi, kendaraan berplat BK dan plat lain bebas lalu-lalang tanpa pernah dipersoalkan di Bumi Aceh.

Tetapi ketika kendaraan Aceh masuk Sumut, justru diusik dan dilarang bahkan dipersulit dalam trayek mereka, apakah ini yang disebut persaudaraan antar bangsa? Ini penghinaan terhadap Aceh dan Rakyat Aceh,” Tambahnya Muhammad Jakfar.

Nasir Djamil mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan, baik di Sumatera Utara maupun di provinsi lain, pada hakikatnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang bersumber dari uang rakyat.

Baca Juga :  Warga Desa Perajin Demo, Protes Jalan Rusak dan Rumah Retak Diduga Akibat Truk Over Tonase PT Wilmar

“Semua ruas jalan di Indonesia ada uang rakyat di dalamnya. Karena itu, Komisi III mendesak Kapolda Sumut dan jajarannya menindak tegas pihak yang mengganggu ketertiban umum dan keamanan masyarakat,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPR RI bahkan meminta aparat kepolisian untuk bersikap tegas apabila Gubernur Sumut tetap mempertahankan kebijakan yang dinilai diskriminatif tersebut.

Nasir menegaskan bahwa Bobby dapat diamankan dan diproses hukum jika kebijakan itu terus dijalankan.

“Gubernur itu harus melihat masalah secara jernih dan komprehensif, bukan parsial.
Kalau ada yang salah dari pengangkutan, ada pihak berwenang yang menindak.

Bukan malah membuat kebijakan yang membenturkan”, Katanya Anggota Komisi III DPR RI.*

Reporter : SurPa

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat
Oknum Polisi Diduga Tampung Sawit Hasil Curian di Terminal Meudang Ara
Harga Elpiji 3 Kg di Kota Palu Diduga Tak Sesuai HET, Peran Pengawasan APH Jadi Tanda Tanya Publik
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe

Kamis, 3 September 2026 - 15:24 WIB

Keluhan Pemasok PT PAR: Oknum Brimob Diduga Lakukan Penyutiran TBS, Kuat Dugaan Manajer Terlibat

Berita Terbaru