Kepala Desa Kambangan Resmi Mengundurkan Diri, RKB dan Ratusan Warga Dorong Pembaharuan Transparansi

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Kambangan — Pengunduran diri Kepala Desa Kambangan membuka lembaran baru bagi warga desa untuk mendorong pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. Relawan Kambangan Bersatu (RKB) bersama ratusan warga menyatakan tekad kuat untuk mengawal pembaharuan menyeluruh demi kebaikan desa.

RKB dipimpin oleh Setyanto (Ketua), Agus Setiawan (Sekretaris), dan Abdul Kholil (Bendahara). Ketiganya menegaskan bahwa semangat warga saat ini adalah membangun, bukan memecah belah.

Bincang-Bincang dengan Warga: Harapan Baru Pasca Pengunduran Diri

Dalam sesi bincang-bincang santai yang berlangsung di salah satu rumah warga, sejumlah masyarakat menyampaikan harapannya terhadap masa depan Desa Kambangan. Beberapa warga yang hadir menuturkan bahwa momen ini adalah kesempatan untuk memperbaiki pola kerja pemerintah desa dan membuka semua informasi publik yang selama ini dirasa belum maksimal.

Perwakilan media lokal, suaramasyarakat.com, juga hadir dalam sesi diskusi tersebut untuk mendengarkan aspirasi warga secara langsung. Dalam kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan bahwa mereka hanya menginginkan pemerintahan yang lebih jujur, komunikatif, dan transparan.

“Kami tidak meminta yang muluk-muluk, cukup kejelasan dan keterbukaan saja. Itu sudah membuat kami merasa dihargai,” ujar salah satu warga saat berbincang dengan relawan dan awak media.

Baca Juga :  Koramil 07 Pancur/ Kodim 0720 Dan Media Sinergi Mitra Polisi Berikan Bantuan Air Bersih Kepada Warga

Kejanggalan Prasasti Pembangunan Masih Jadi Pertanyaan

Dalam pertemuan tersebut, warga kembali menyinggung soal prasasti pembangunan desa yang tidak ditemukan di beberapa titik proyek. Hal ini dinilai janggal karena prasasti merupakan informasi dasar yang seharusnya tersedia dan dapat dilihat publik.

Beberapa warga yang ditemui suaramasyarakat.com mengaku kesulitan mengetahui anggaran dan volume pekerjaan karena tidak adanya informasi fisik di lapangan.

“Kalau prasasti tidak ada, kami jadi tidak tahu anggaran proyek itu berapa dan pelaksananya siapa. Harus ada penjelasan,” ujar warga lain.

RKB: Audit Penting, dan Jika Ada Pelanggaran, Harus Diproses

Ketua RKB, Setyanto, menegaskan bahwa organisasi relawan dan warga tetap bersikap objektif. Mereka tidak menuduh, tetapi meminta agar audit dari Inspektorat dilakukan secara menyeluruh.

Sekretaris RKB, Agus Setiawan, menambahkan bahwa jika dalam audit ditemukan pelanggaran atau penyimpangan, maka proses hukum yang berlaku harus dijalankan.

“Kami ingin semuanya terang benderang. Jika ada kekeliruan administratif, perbaiki. Jika ada pelanggaran yang terbukti, ya proses sesuai aturan,” ungkap Agus.

Baca Juga :  Kendal, 15 okt 2025. SPPG Yayasan Al-Fadllu Wal Fadlillah Purwosari Patebon Lakukan Uji Laboratorium Makanan, Air, dan Alat Masak Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal

Sementara itu, Bendahara RKB, Abdul Kholil, menekankan bahwa dana publik harus dikelola dengan standar transparansi yang tinggi.

Harapan Besar untuk Pemerintahan Baru

Dengan adanya perubahan kepemimpinan, warga berharap pejabat sementara (Pj) Kepala Desa nantinya dapat:
• Memastikan setiap proyek memasang prasasti dan papan informasi,
• Membuka seluruh dokumen APBDes kepada publik,
• Menjalankan musyawarah terbuka secara berkala,
• Meningkatkan koordinasi dengan BPD,
• Menghadirkan tata kelola yang lebih disiplin dan profesional.

Desa Kambangan Mengarah ke Arah Lebih Baik

RKB dan ratusan warga sepakat untuk terus mengawal tata kelola pemerintahan desa dengan cara yang damai, bermartabat, dan bertanggung jawab. Momentum pengunduran diri kepala desa dianggap sebagai titik awal menuju Kambangan yang lebih jujur, tertib, dan progresif.

“Kita ingin Desa Kambangan menjadi desa yang bisa dibanggakan. Perubahan ini harus kita jaga bersama,” tegas Ketua RKB, Setyanto, menutup pernyataannya. Red – Bayu Anggara

Berita Terkait

Tanpa Papan Proyek dan Pengawas, Pembangunan Talud di Jalan Raya Belimbing Kuranji Tersorot Publik
Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka
DIDUGA, KEPUTUSAN KETUA UMUM KONI KABUPATEN BATANG BERPOTENSI TERCORNG, JIKA POLEMIK PENYERAHAN MEDALI SETELAH VIRAL TERBUKTI BENAR
Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah
SUARAMASYARAKAT.COM PEDULI, Trisepta Bayu Anggara Dukung Kepedulian untuk Saudara Ifan yang Sedang Sakit
Polda Sumsel Tangani 58 Laporan Karhutla, 620,62 Hektare Area Konsesi Disegel
LAPPAS-RI Adukan Inspektorat Kabupaten Pekalongan ke Ombudsman
Dugaan Pelanggaran Aturan dan Terkesan Cacat Hukum di Pilchiksung Desa Banda Masen Lhokseumawe
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Polda Sumsel Tangani 63 Perkara Karhutla, 54 Orang Jadi Tersangka

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:05 WIB

DIDUGA, KEPUTUSAN KETUA UMUM KONI KABUPATEN BATANG BERPOTENSI TERCORNG, JIKA POLEMIK PENYERAHAN MEDALI SETELAH VIRAL TERBUKTI BENAR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Guru SMPN 4 Pekalongan Akui Jewer Siswa, ROBINHOOD 23 Minta Kasus Tak Berhenti di Sanksi Sekolah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

SUARAMASYARAKAT.COM PEDULI, Trisepta Bayu Anggara Dukung Kepedulian untuk Saudara Ifan yang Sedang Sakit

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:27 WIB

Polda Sumsel Tangani 58 Laporan Karhutla, 620,62 Hektare Area Konsesi Disegel

Berita Terbaru