Kambangan — Pengunduran diri Kepala Desa Kambangan membuka lembaran baru bagi warga desa untuk mendorong pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. Relawan Kambangan Bersatu (RKB) bersama ratusan warga menyatakan tekad kuat untuk mengawal pembaharuan menyeluruh demi kebaikan desa.
RKB dipimpin oleh Setyanto (Ketua), Agus Setiawan (Sekretaris), dan Abdul Kholil (Bendahara). Ketiganya menegaskan bahwa semangat warga saat ini adalah membangun, bukan memecah belah.
Bincang-Bincang dengan Warga: Harapan Baru Pasca Pengunduran Diri
Dalam sesi bincang-bincang santai yang berlangsung di salah satu rumah warga, sejumlah masyarakat menyampaikan harapannya terhadap masa depan Desa Kambangan. Beberapa warga yang hadir menuturkan bahwa momen ini adalah kesempatan untuk memperbaiki pola kerja pemerintah desa dan membuka semua informasi publik yang selama ini dirasa belum maksimal.
Perwakilan media lokal, suaramasyarakat.com, juga hadir dalam sesi diskusi tersebut untuk mendengarkan aspirasi warga secara langsung. Dalam kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan bahwa mereka hanya menginginkan pemerintahan yang lebih jujur, komunikatif, dan transparan.
“Kami tidak meminta yang muluk-muluk, cukup kejelasan dan keterbukaan saja. Itu sudah membuat kami merasa dihargai,” ujar salah satu warga saat berbincang dengan relawan dan awak media.
Kejanggalan Prasasti Pembangunan Masih Jadi Pertanyaan
Dalam pertemuan tersebut, warga kembali menyinggung soal prasasti pembangunan desa yang tidak ditemukan di beberapa titik proyek. Hal ini dinilai janggal karena prasasti merupakan informasi dasar yang seharusnya tersedia dan dapat dilihat publik.
Beberapa warga yang ditemui suaramasyarakat.com mengaku kesulitan mengetahui anggaran dan volume pekerjaan karena tidak adanya informasi fisik di lapangan.
“Kalau prasasti tidak ada, kami jadi tidak tahu anggaran proyek itu berapa dan pelaksananya siapa. Harus ada penjelasan,” ujar warga lain.
RKB: Audit Penting, dan Jika Ada Pelanggaran, Harus Diproses
Ketua RKB, Setyanto, menegaskan bahwa organisasi relawan dan warga tetap bersikap objektif. Mereka tidak menuduh, tetapi meminta agar audit dari Inspektorat dilakukan secara menyeluruh.
Sekretaris RKB, Agus Setiawan, menambahkan bahwa jika dalam audit ditemukan pelanggaran atau penyimpangan, maka proses hukum yang berlaku harus dijalankan.
“Kami ingin semuanya terang benderang. Jika ada kekeliruan administratif, perbaiki. Jika ada pelanggaran yang terbukti, ya proses sesuai aturan,” ungkap Agus.
Sementara itu, Bendahara RKB, Abdul Kholil, menekankan bahwa dana publik harus dikelola dengan standar transparansi yang tinggi.
Harapan Besar untuk Pemerintahan Baru
Dengan adanya perubahan kepemimpinan, warga berharap pejabat sementara (Pj) Kepala Desa nantinya dapat:
• Memastikan setiap proyek memasang prasasti dan papan informasi,
• Membuka seluruh dokumen APBDes kepada publik,
• Menjalankan musyawarah terbuka secara berkala,
• Meningkatkan koordinasi dengan BPD,
• Menghadirkan tata kelola yang lebih disiplin dan profesional.
Desa Kambangan Mengarah ke Arah Lebih Baik
RKB dan ratusan warga sepakat untuk terus mengawal tata kelola pemerintahan desa dengan cara yang damai, bermartabat, dan bertanggung jawab. Momentum pengunduran diri kepala desa dianggap sebagai titik awal menuju Kambangan yang lebih jujur, tertib, dan progresif.
“Kita ingin Desa Kambangan menjadi desa yang bisa dibanggakan. Perubahan ini harus kita jaga bersama,” tegas Ketua RKB, Setyanto, menutup pernyataannya. Red – Bayu Anggara






