PEKALONGAN, suaramasyarakat.com//Jumat (6/3/2026) — Dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) muncul secara terbuka di Kabupaten Pekalongan. Tiga karangan bunga berukuran besar terpasang di depan halaman Kantor Bupati Pekalongan, kawasan Alun-alun Kajen, sebagai bentuk apresiasi terhadap langkah tegas lembaga antirasuah tersebut.
Pantauan di lokasi, papan bunga berjajar di trotoar tepat di depan papan nama kantor pemerintahan. Tulisan dengan huruf besar dan mencolok menyampaikan ucapan “Selamat & Sukses” serta apresiasi kepada KPK atas komitmennya dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Salah satu pesan pada karangan bunga berbunyi, “Apresiasi atas kerja keras KPK dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.”
Karangan bunga tersebut diketahui berasal dari PT Sibay Group Komunika yang mengatasnamakan sejumlah media, yakni Media Sahabat NKRI, Media Info Kajen, dan Media Suara Masyarakat.
Kemunculan papan bunga ini diduga berkaitan dengan langkah penegakan hukum yang tengah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Dukungan tersebut dinilai sebagai simbol moral dari masyarakat agar proses hukum berjalan transparan dan tanpa intervensi.
Sejumlah warga yang melintas terlihat berhenti sejenak untuk membaca pesan yang tertulis di papan bunga tersebut. Karangan bunga yang dihiasi warna-warna cerah itu pun menjadi perhatian pengguna jalan di sekitar kompleks perkantoran pemerintah daerah.
Hingga Jumat sore, papan bunga masih berdiri rapi di depan kantor pemerintahan daerah, seolah menjadi pengingat bahwa publik menaruh harapan besar kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk terus menindak tegas praktik korupsi di berbagai daerah.
Bagi sebagian masyarakat, keberadaan karangan bunga tersebut bukan sekadar ucapan simbolik, tetapi juga pesan kuat bahwa gerakan melawan korupsi membutuhkan dukungan luas dari publik. Dukungan itu diharapkan dapat memperkuat langkah KPK dalam menjaga integritas pemerintahan dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Red – Bayu Anggara






