SUARAMASYARAKAT.COMPALEMBANG, 16 Juni 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Pondok Pesantren Ahlul Quran Palembang membuktikan bahwa santri tidak hanya mampu menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga dapat berinovasi di bidang teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal itu mengemuka dalam Peringatan Haul Akbar ke-5 almarhum KH KGS Ahmad Nawawi Dencik Al-Hafizh yang digelar di Pondok Pesantren Ahlul Quran, Jalan Rama Raya RT 45 RW 11, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Selasa (16/6/2026).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Investasi mewakili Wali Kota Palembang, didampingi Kabag Kesra, Camat Alang-Alang Lebar, para ulama, tokoh masyarakat, santri, serta ratusan alumni.
Ketua Yayasan Ahlul Quran sekaligus Ketua Panitia Haul, Adlan Mafur, menegaskan bahwa pesantren yang dipimpinnya terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Semua tetap berbasis Qurani. Santri Ahlul Quran tidak hanya belajar menghafal dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengembangkan teknologi. Bahkan sudah lahir berbagai aplikasi berbasis AI yang dibuat oleh para santri sendiri. Ini membuktikan bahwa santri juga mampu menjadi inovator di era digital,” ujar Adlan.
Menurutnya, perpaduan antara pendidikan agama dan penguasaan teknologi menjadi keunggulan Pondok Pesantren Ahlul Quran dalam menyiapkan generasi masa depan.
Selain mendalami ilmu keislaman, para santri juga dibekali pendidikan formal, termasuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Madrasah Aliyah, sehingga memiliki kompetensi yang mampu bersaing di berbagai bidang.
Momentum haul juga menjadi ajang mengenang perjuangan almarhum KH KGS Ahmad Nawawi Dencik Al-Hafizh yang telah meletakkan fondasi pendidikan Islam berbasis Al-Qur’an di Kota Palembang.
Adlan pun mengajak seluruh alumni agar tidak melupakan pesantren dan para guru yang telah mendidik mereka.
“Jangan pernah putus menjalin silaturahmi dengan para kiai dan pesantren. Kedekatan dengan guru akan menjadi sumber keberkahan dan kekuatan untuk terus melanjutkan perjuangan beliau,” katanya.
Ke depan, pihak yayasan juga berharap semakin banyak pihak yang turut mendukung pendidikan para santri, termasuk melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan.
Peringatan Haul Akbar ke-5 ini menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Ahlul Quran Palembang tidak hanya melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga generasi yang melek teknologi, inovatif, dan siap menjadi pemimpin masa depan.






