Difasilitasi Kapolres Batang, Keluarga Tersangka Apresiasi Proses Restorative Justice Meski Sempat Terjadi Kesalahpahaman

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG —suaramasyarakat.com// Di tengah upaya Polri memperkuat kepercayaan publik dan meningkatkan pelayanan yang humanis, Polres Batang menunjukkan komitmennya dengan memfasilitasi proses restorative justice (RJ) dalam penanganan perkara dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang menjerat Akhmad Khusaeri.

 

Kamis, 5 Februari 2026, Polres Batang mempertemukan pihak pelapor dan terlapor dalam rangka memfasilitasi permohonan restorative justice. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penyelesaian perkara secara dialogis dan berkeadilan, sebagaimana arahan pimpinan Polri dalam mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

 

Keluarga tersangka menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Kapolres Batang AKBP Veronica, S.H., S.I.K., M.Si., beserta seluruh jajaran, yang telah memberikan ruang dan kesempatan bagi para pihak untuk dipertemukan serta menyampaikan aspirasi masing-masing.

 

Baca Juga :  Banjarnegara Ada Kades Hoho, Pati Juga Punya Sekdes Ica

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kapolres Batang dan jajaran yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Setidaknya kami diberikan ruang untuk menyampaikan harapan kami,” ungkap perwakilan keluarga tersangka.

 

Akhmad Khusaeri diketahui disangkakan pasal penipuan dan penggelapan terkait dua Sertifikat Hak Milik (SHM), yakni SHM Nomor 01942 seluas 4.826 meter persegi dan SHM Nomor 01626 seluas 3.463 meter persegi. Penahanan terhadap tersangka dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: SP Han/I/I/Res1.11/2026/Reskrim yang diterbitkan oleh Satreskrim Polres Batang.

 

Dalam proses yang berjalan, keluarga tersangka mengakui sempat terjadi kesalahpahaman dalam memahami tahapan dan mekanisme hukum, khususnya terkait konsekuensi dari proses restorative justice yang ditempuh. Perbedaan pemahaman tersebut menimbulkan harapan bahwa status penahanan tersangka akan segera berubah.

 

Baca Juga :  Terkait Berita Kades Rendeng Sale Rembang Yang Diduga Menyerobot Tanah Warga Kini Sudah Terselesaikan Melalui Musdes Bersama

Hingga awal Februari 2026, tersangka masih menjalani penahanan di Polres Batang. Kondisi tersebut sempat menimbulkan tekanan psikologis bagi keluarga, terlebih anak tersangka yang kerap mempertanyakan keberadaan ayahnya.

 

Meski demikian, keluarga menegaskan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berharap ke depan komunikasi serta penjelasan terkait mekanisme penanganan perkara dapat disampaikan secara lebih jelas agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.

 

Proses restorative justice yang difasilitasi Polres Batang ini diharapkan dapat menjadi contoh pendekatan penyelesaian perkara yang mengedepankan dialog, keadilan, dan kemanusiaan, tanpa mengesampingkan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Batang tetap membuka ruang klarifikasi dan komunikasi guna menjaga transparansi serta kepercayaan publik.

 

Red: Bayu Anggara

 

Berita Terkait

Produsen Belum Dipanggil, Kuasa Hukum Kodirin Pertanyakan: Kalau Tidak SNI, Dasarnya Apa?
Pabrik Produksi Belum Dipanggil, Kuasa Hukum Pertanyakan Klaim Produk Tidak SNI di Polres Tapin
Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim
Kapolres Tapin Dilaporkan ke Propam Mabes Polri, Kuasa Hukum Kodirin Soroti Pernyataan soal Produk Regulator SNI
PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN
Bawa Sertifikat SNI, Kuasa Hukum Siap Ungkap Fakta di Balik Pernyataan Polres Tapin soal Selang LPG
Kuasa Hukum Kritik Polres Tapin, Berani Buka Rekaman CCTV di Hadapan Pimpinan Polda Kalsel?
REKAMAN PEMERIKSAAN JADI TARUHAN: KUASA HUKUM TANTANG POLRES TAPIN BUKA VIDEO PEMERIKSAAN TERSANGKA
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Produsen Belum Dipanggil, Kuasa Hukum Kodirin Pertanyakan: Kalau Tidak SNI, Dasarnya Apa?

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:26 WIB

Pabrik Produksi Belum Dipanggil, Kuasa Hukum Pertanyakan Klaim Produk Tidak SNI di Polres Tapin

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Kapolres Tapin Dilaporkan ke Propam Mabes Polri, Kuasa Hukum Kodirin Soroti Pernyataan soal Produk Regulator SNI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN

Berita Terbaru