Bupati Pekalongan: Pembelajaran 5 Hari untuk Keseimbangan Akademik dan Waktu Luang Siswa

- Redaksi

Rabu, 23 Juli 2025 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kajen.-suaramasyarakat.com// Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai mengimplementasikan program percontohan pembelajaran lima hari dalam sepekan di seluruh sekolah negeri. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk menyeimbangkan kegiatan akademik siswa dengan waktu beristirahat dan bersosialisasi bersama keluarga.

 

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menekankan bahwa dunia anak-anak tak seharusnya hanya diisi dengan rutinitas belajar yang padat. Menurutnya, penting bagi siswa memiliki ruang untuk bermain dan menikmati masa kecilnya.

 

“Anak-anak jangan sampai kehilangan masa bermain hanya karena terus-menerus dijejali pelajaran. Mereka butuh waktu untuk sekadar bersenang-senang, bermain bersama teman, dan bercengkerama dengan keluarga,” ujar Bupati Fadia,

 

Fadia mengungkapkan bahwa rutinitas belajar dari pagi hingga sore setiap hari, ditambah kegiatan di akhir pekan, dapat membuat anak-anak kehilangan waktu berkualitas sebagai anak-anak. Ia menilai, jika waktu belajar disesuaikan dan dikonsolidasikan dalam lima hari kerja, maka siswa akan lebih bersemangat dan tidak tertekan secara mental.

Baca Juga :  Diera Digitalisasi, Bupati Morut Ingatkan Pengurus BUMDes Tentang Ini

 

Selain untuk siswa, kebijakan ini juga disebut memberikan manfaat bagi para guru. Dengan akhir pekan yang lebih longgar, tenaga pendidik diharapkan bisa lebih rileks dan termotivasi saat mengajar di hari-hari aktif.

 

“Guru juga manusia. Mereka butuh istirahat agar mengajar tidak terasa seperti beban berat, tapi bisa dijalani dengan semangat yang tulus,” tambahnya.

Baca Juga :  Jaga Kesehatan Jasmani, Wakapolda Gorontalo Ajak PJU Polda Gowes Bersama

 

Meski sistem ini diubah menjadi lima hari belajar, Fadia memastikan bahwa total durasi pembelajaran tetap mengacu pada ketentuan nasional, yakni 40 jam dalam satu minggu. Dengan pengelolaan waktu yang efektif, mutu pendidikan diharapkan tetap terjaga, tanpa mengorbankan kesejahteraan siswa dan guru.

 

Ia juga menjelaskan bahwa uji coba ini difokuskan di sekolah negeri, mengingat sebagian besar sekolah swasta di wilayah Pekalongan telah lebih dulu menerapkan pola lima hari belajar.

 

“Justru sekolah-sekolah swasta di sini sudah menerapkan lebih awal. Kita yang baru memulai sekarang, dan ini menjadi langkah awal yang penting,” tandas Bupati Fadia.

 

Sumber: Radarpekalongan

Berita Terkait

CFD Gagasan Walikota dan Wakil Walikota Langsa Terus Semarak
KONI Baru Kota Langsa Resmi Dilantik, Siap Bangkitkan Prestasi Olahraga
Pemko Langsa Audiensi Bersama PEMA Unsam, Ini Bentuk Sinergi Diperkuat
Paninggaran Gelar Pengobatan Gratis dan Pameran Hasil BUMDes, Dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah
Sutarmi, Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Nasdem Reses ke Dapil, Tampung Aspirasi Rakyat
Walikota Langsa Jeffry Sentana Pimpin Upacara Harkitnas Ke-118 Tahun 2026
Kapolsek Galang Diwakili Wakapolsek Temui Wartawan di Mapolsek
Kapolsek Tolitoli Utara Terima Audiensi Wartawan PNN, Ruang Diskusi Terbuka
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:09 WIB

CFD Gagasan Walikota dan Wakil Walikota Langsa Terus Semarak

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:56 WIB

KONI Baru Kota Langsa Resmi Dilantik, Siap Bangkitkan Prestasi Olahraga

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:27 WIB

Pemko Langsa Audiensi Bersama PEMA Unsam, Ini Bentuk Sinergi Diperkuat

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:02 WIB

Paninggaran Gelar Pengobatan Gratis dan Pameran Hasil BUMDes, Dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:31 WIB

Walikota Langsa Jeffry Sentana Pimpin Upacara Harkitnas Ke-118 Tahun 2026

Berita Terbaru

Daerah

CFD Gagasan Walikota dan Wakil Walikota Langsa Terus Semarak

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:09 WIB