Aliansi Bersatu Tegas Kawal dan Kritik Kebijakan Pemkab Purbalingga yang Anti-Rakyat

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

SUARAMASYARAKAT.COM.//Purbalingga, 18 Agustus 2025 — Tokoh masyarakat, politisi, ketua LSM, dan pimpinan ormas se-Kabupaten Purbalingga berkumpul di Pendopo Sangga Langit, menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang jelas-jelas tidak pro-rakyat.

 

Pertemuan ini menjadi panggung tegas untuk mengawal dan menolak kebijakan yang merugikan rakyat. Isu utama yang mengemuka: mahalnya seragam sekolah, kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tanpa kejelasan manfaat, serta dugaan penyalahgunaan anggaran oleh kelompok tertentu di pemerintahan.

 

Icus Susilo, SH, inisiator gerakan, mengkritik tajam:

“Keluhan rakyat berhamburan, tetapi Pemkab hanya bungkam. Purbalingga mau dibawa ke mana sebenarnya? Jika pemerintah tak berpihak pada rakyatnya, kami akan suarakan!”

Baca Juga :  Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Dapur Lapangan dan Layanan Kesehatan Polres Aceh Timur di Serbajadi

 

Imam Maliki menyoroti berbagai persoalan: pajak yang mencekik, layanan BPJS yang buruk, BUMD yang merugi, dan rakyat miskin yang terus terbebani biaya pendidikan.

“Kalau bukan kita yang bersuara, siapa lagi? Kebijakan anti-rakyat harus kita lawan!” tegasnya.

 

Dari kalangan akademisi, Dr. Indaru mengingatkan bahwa Purbalingga butuh sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Aliansi Bersatu adalah kekuatan moral dan sosial untuk menuntut perubahan nyata yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.

 

Baca Juga :  Dapur Makan Bergizi Gratis Jadi Mesin Ketahanan Pangan dan Peningkatan SDM Indonesia

Puji Siswondo, pemerhati pendidikan, menyoroti mahalnya bahan seragam dan dugaan korupsi penggunaan dana BOS.

“Ini membebani rakyat dan harus diawasi ketat. Dengan Aliansi Bersatu, kami ingin Purbalingga bebas dari praktik korupsi,” tegasnya.

 

Selamet Wahidin menutup pertemuan dengan ajakan aksi nyata dan konsisten.

“Kita kawal pemerintah agar tak keluar dari rel. BUMD yang carut-marut harus diperbaiki. Hanya dengan kekompakan, Purbalingga bisa maju,” katanya.

 

Aliansi Bersatu menegaskan komitmen menjadi garda terdepan pengawal pemerintahan, mengkritisi kebijakan menyimpang, dan memastikan suara rakyat tidak hanya didengar, tapi ditindaklanjuti.

Berita Terkait

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi
Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa
Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum
Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi
Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman Tinjau Pengaspalan Jalan Kertoharjo–Karangdadap
Personel Polsek Idi Rayeuk Bantu Evakuasi Warga Peudawa Puntong Yang Meninggal di Pasar Idi
Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Kapolsek Julok Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 21:35 WIB

Dugaan Intimidasi di Polsek Simo-Polres Boyolali: Saksi Ditekan, Laporan Dihalangi

Minggu, 5 April 2026 - 00:38 WIB

Warga Tolak, Pemda Diminta Tindak, Itulah Dampak Konteaversi Kandang Ayam Petelur di Langsa

Sabtu, 4 April 2026 - 13:30 WIB

Kontradiktif? Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Soroti Terdakwa Tak Kooperatif, Padahal Pernah Minta Barang Bukti Lewat Kuasa Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 08:12 WIB

Harapan untuk SPKT Polres Pemalang: Pelayanan Mudah Tanpa Harus Cari Fotokopi

Senin, 16 Maret 2026 - 07:45 WIB

Penemuan Mayat Mengapung di Pantai Pagimana, Banggai, Polisi Lakukan Identifikasi

Berita Terbaru