Aktivis Suara Masyarakat Gaungkan Gerakan Cegah Sindikat LAYANGAN di Batang: Jangan Biarkan Hukum Dimainkan”

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Batang – Semakin maraknya praktik penipuan berkedok gadai mobil ilegal atau yang dikenal dengan istilah “LAYANGAN” membuat sejumlah aktivis dan warga yang tergabung dalam gerakan Suara Masyarakat angkat suara dan mengambil langkah nyata.

Modus ini bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga menghancurkan reputasi pemilik rental yang sah dan menyesatkan proses hukum. Karenanya, gerakan “Cegah Sindikat Layangan” resmi digaungkan di Kabupaten Batang dan sekitarnya sebagai bentuk edukasi dan perlindungan masyarakat.

Modus Kejam Bernama ‘Layangan’

Sindikat “layangan” adalah praktik di mana seseorang menyewa mobil dari rental resmi, kemudian menggadaikan mobil tersebut ke pihak ketiga (pendana) dengan identitas palsu atau keterangan yang menyesatkan. Setelah menerima uang, pelaku menghilang dan melaporkan mobil tersebut ke polisi sebagai “digelapkan”.

Efeknya?
Pendana kehilangan uang, mobil ditarik sebagai “barang bukti”, dan korban yang niatnya baik justru diperlakukan seolah pelaku kejahatan.

Aktivis Suara Masyarakat: “Stop Permainkan Hukum, Stop Layangan!”

Baca Juga :  Digulung Saat Dini Hari, Pengedar Sabu di Mepanga Tersungkur: Polisi Tegaskan Perang Total Narkoba hingga Akar Jaringan

“Kita tidak boleh diam. Sindikat layangan ini bukan hanya mencuri mobil, tapi mencuri kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Mereka memperalat hukum untuk menakut-nakuti orang yang tidak salah,” ujar salah satu aktivis dari Suara Masyarakat dalam orasi edukatif yang digelar di kawasan, Batang.

Gerakan ini fokus pada:
• Sosialisasi kepada pemilik rental mobil agar lebih selektif dalam menyewakan unit.
• Edukasi kepada masyarakat umum dan pendana agar berhati-hati dalam menerima mobil gadai, khususnya dari pihak yang tidak jelas kepemilikannya.
• Mendorong penegak hukum agar tidak mudah menerima laporan penggelapan tanpa verifikasi data kendaraan dan pemilik yang sah.
• Membangun kesadaran kolektif bahwa laporan polisi tidak boleh menjadi alat manipulasi.

Dasar Hukum yang Perlu Dipahami Masyarakat:
1. Pasal 372 KUHP – Penggelapan
Tapi harus dibuktikan unsur menguasai barang milik orang lain secara melawan hukum.
Pelapor juga harus sah secara hukum atas objek yang dilaporkan.
2. KUHPerdata Pasal 584 – Kepemilikan Barang
→ Hanya pemilik yang sah (berdasarkan BPKB atau akta) yang berhak atas kepemilikan dan pelaporan.
3. Peraturan Kapolri No. 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana
→ Penyidik wajib melakukan verifikasi dan validasi atas identitas pelapor dan barang bukti sebelum mengambil tindakan hukum.
Pesan Moral dari Gerakan Ini:

Baca Juga :  Polsek Marawola Tetapkan Seorang Pemuda sebagai Tersangka Penganiayaan di Sigi, Korban Luka di Kepala

“Kami tidak anti hukum. Kami justru ingin hukum ditegakkan dengan benar. Jangan sampai laporan penggelapan dijadikan alat oleh pelaku yang justru memulai kejahatan. Mari kita dukung polisi yang profesional, bukan dimanfaatkan oleh oknum!” – Koordinator Aksi Suara Masyarakat.

Masyarakat Batang diajak untuk lebih cerdas dan waspada. Jangan menerima kendaraan gadai tanpa dokumen sah, dan jangan percaya begitu saja pada cerita manis pelaku.

“Layangan” bukan solusi, tapi jerat hukum. Mari lawan bersama!”

Liputan oleh: Tim Investigasi SuaraMasyarakat.com

Berita Terkait

DIDUGA, KEPUTUSAN KETUA UMUM KONI KABUPATEN BATANG BERPOTENSI TERCORNG, JIKA POLEMIK PENYERAHAN MEDALI SETELAH VIRAL TERBUKTI BENAR
Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina
SUARAMASYARAKAT.COM PEDULI, Trisepta Bayu Anggara Dukung Kepedulian untuk Saudara Ifan yang Sedang Sakit
Samsul Bahri Didampingi Ketua APPI Acut Resmi Laporkan Dugaan Perampasan Kunci Sepmor ke Polsek Tanah Luas
Perangkat Desa Karangnganom Minta Pendampingan Hukum, Adukan Dugaan Penipuan dan/atau Penggelapan Rp70 Juta
Pengusaha Pembakaran Arang di Talang Betutu Mengaku Resah, Dugaan Permintaan Uang oleh Oknum Jadi Sorotan
Penembakan Saat Demo di Konawe Disorot, Media Pertanyakan Penyelesaian Hukumnya
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:05 WIB

DIDUGA, KEPUTUSAN KETUA UMUM KONI KABUPATEN BATANG BERPOTENSI TERCORNG, JIKA POLEMIK PENYERAHAN MEDALI SETELAH VIRAL TERBUKTI BENAR

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

SUARAMASYARAKAT.COM PEDULI, Trisepta Bayu Anggara Dukung Kepedulian untuk Saudara Ifan yang Sedang Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Samsul Bahri Didampingi Ketua APPI Acut Resmi Laporkan Dugaan Perampasan Kunci Sepmor ke Polsek Tanah Luas

Berita Terbaru