Kompolotan Pemalsuan SIM Dibekuk Polresta Yogyakarta

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

SUARAMASYARAKAT.COM.//YOGYAKARTA – Polresta Yogyakarta berhasil membongkar sindikat pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) setelah patroli siber menemukan iklan jasa pembuatan SIM di media sosial. Delapan orang ditangkap dalam pengungkapan kasus ini pada Kamis, 28 Agustus 2025, sekitar pukul 20.45 WIB di Jalan Tukangan, Tegalpanggung, Danurejan.

 

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menyebutkan para pelaku menawarkan jasa pembuatan SIM palsu melalui akun Facebook. “Mereka mencetak sendiri SIM dengan mengedit foto dan mencocokkan data calon pemesan, lalu mengirimkannya menggunakan jasa pengiriman,” terangnya, Senin (22/9).

 

Harga SIM palsu bervariasi, mulai dari SIM C Rp650 ribu, SIM A Rp850 ribu, SIM A Umum Rp950 ribu, SIM B Rp1,1 juta, SIM B1 Rp1,25 juta, SIM B1 Umum Rp1,3 juta, hingga SIM B2 Umum Rp1,45–1,5 juta. Dari penjualan tersebut, tim produksi meraup keuntungan sekitar 30 persen.

Baca Juga :  Uang Dikembalikan Setelah Dugaan Pungli Terbongkar, Ada Apa di Rutan Kelas II B Kebumen? Publik Desak Sidak dan Pengusutan Tuntas

 

Polisi menetapkan delapan orang pelaku, yakni:

 

Penyedia modal: KT (39), warga Brontokusuman, Yogyakarta, dan AB (36), warga Batang, Jawa Tengah.

 

Tim produksi sekaligus customer service: FJL (25), warga Temanggung; IA (41), warga Batang; dan RYP (41), warga Batang.

 

Tim customer service: RI (33), warga Bantul, dan HDI (30), warga Bantul.

Baca Juga :  Nyata Tapi Aneh! Mafia BBM Diduga Dilindungi, Wartawan Justru Dijadikan Tumbal!

 

Tim admin iklan: DNT (29), warga Bantul.

 

 

Selain itu, polisi masih memburu seorang editor berinisial CY yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

 

Dari tangan para pelaku, petugas menyita barang bukti berupa 15 paket SIM palsu siap edar, 8 unit ponsel, ratusan amplop, bahan cetak kartu, printer, serta puluhan dompet penyimpan SIM.

 

Para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (1) UU ITE dan Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara.

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan
Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina
Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah
BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional
Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim
PERLAWANAN KUASA HUKUM MENGUAT! TEMUKAN FAKTA BARU SOAL SNI, OWNER REGULATOR DAN PERALATAN SIAP BUKA FAKTA PERKARA POLRES TAPIN
REKAMAN PEMERIKSAAN JADI TARUHAN: KUASA HUKUM TANTANG POLRES TAPIN BUKA VIDEO PEMERIKSAAN TERSANGKA
Di Balik Pengungkapan Kasus Minyak Goreng, Polres Tapin Dihantam Dugaan Penyiksaan; Kuasa Hukum: “Kami Akan Lawan Sampai Tuntas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Polsek Plaju Gerebek Dua Lokasi Diduga Tempat Penyalahgunaan Sabu, Delapan Orang Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Polda Sumsel, BNNP, dan Polrestabes Palembang Tertibkan Tiga Titik Rawan Narkoba di Boom Baru, Delapan Orang Positif Metamfetamina

Jumat, 18 September 2026 - 22:57 WIB

Dua PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin Diamankan dalam OTT Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu dan 9.439 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Jaringan Internasional

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kuasa Hukum Kodirin Adukan Polres Tapin ke Komisi III, Minta Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Kasat Reskrim

Berita Terbaru